Poin Penting
- KB Bank menaikkan suku bunga deposito hingga sekitar 6 persen untuk nasabah individu dan koperasi sebagai respons atas kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen
- KB Bank merevisi RBB dan memangkas target pertumbuhan kredit dari sekitar 15 persen menjadi sejalan dengan proyeksi industri di kisaran 8–12 persen
- Perseroan mengedepankan kualitas kredit dan prinsip kehati-hatian, dengan memperketat analisis serta monitoring debitur di tengah tekanan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi.
Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menaikkan suku bunga deposito hingga sekitar 6 persen menyusul kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate pada pertengahan Juni 2026.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengungkapkan, bunga deposito untuk nasabah individu maupun koperasi kini berada di kisaran level 6 persen, meski terdapat beberapa produk dengan tingkat bunga di bawah angka tersebut.
“Untuk individu sekitar 6 persen. Tapi ada juga yang di bawah situ. Untuk koperasi juga sekitar 6 persen,” ujar Kunardy, di Jakarta, 2 Juli 2026.
Menurutnya, penyesuaian bunga deposito sendiri mulai diberlakukan sejak sepekan terakhir sebagai respons terhadap dinamika pasar dan perubahan kebijakan moneter.
RBB Direvisi Setelah Suku Bunga Berubah
Ia menjelaskan, kenaikan suku bunga acuan turut memengaruhi Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disusun sebelumnya.
Baca juga: Menakar Peluang KB Bank Naik Kelas KBMI 3
Menurut Kunardy, perubahan kondisi ekonomi, termasuk tingginya suku bunga dan pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, membuat perbankan perlu lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit.
“Keadaan makro sudah berubah. Karena itu kami lebih menekankan kualitas. Kami tidak ingin memaksakan penyaluran kredit hanya untuk mengejar target tetapi tidak prudent,” ujarnya.
Pasalnya, tekanan terhadap suku bunga serta nilai tukar berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan sehingga kualitas portofolio kredit menjadi prioritas utama.
Target Kredit Dipangkas Jadi Sejalan Industri
Seiring perubahan strategi tersebut, KB Bank pun turut merevisi target pertumbuhan kredit tahun ini.
Apabila sebelumnya dalam RBB KB Bank membidik pertumbuhan kredit sekitar 15 persen, kini perseroan harus memangkas target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit industri yang diperkirakan berada di kisaran 8-12 persen sesuai arahan regulator.
“Dulu RBB kami itu ada sekitar 15-an persen. Jadi kita akan lebih ke searah dengan industri,” jelasnya.
Utamakan Kualitas Kredit
Sementara itu, Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, menambahkan, pertumbuhan kredit perseroan akan lebih moderat ke depannya. Hal ini dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dibandingkan mengejar volume penyaluran.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan menjadikan bank harus lebih selektif dalam memberikan pembiayaan sekaligus memperketat pengawasan terhadap portofolio kredit yang sudah berjalan.
Baca juga: KB Bank Gelontorkan Capex IT 2026 Rp200 Miliar, Fokus Perawatan Sistem dan Transformasi Digital
“Pertumbuhan kredit akan lebih moderat. Kami tidak lagi mengejar volume atau target, tetapi prinsip kehati-hatian itu kan sangat penting,” bebernya.
Ia menambahkan, proses analisis kredit dan monitoring debitur akan diperkuat untuk mencegah penurunan kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
Diketahui, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing juga naik 25 bps menjadi 4,75 persen dan 6,5 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


