Poin Penting
- Karhutla dekat IKN kembali terjadi setelah titik api muncul di lahan sekitar lima hektare.
- TNI AU mengerahkan helikopter Caracal dengan water bucket untuk melakukan pemadaman dari udara.
- Hingga 31 Agustus 2026, tercatat 55 kejadian karhutla dari 173 titik panas di kawasan IKN.
Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dekat Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali terjadi dan mendorong TNI AU mengerahkan helikopter Caracal. Pesawat tersebut membawa water bucket untuk membantu pemadaman dari udara.
Kebakaran berada di perbatasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lokasinya berjarak sekitar 44 kilometer dari kawasan IKN.
Pemadaman udara dilakukan sejak Kamis (3/9), setelah titik panas kembali muncul. Lokasi tersebut sebelumnya telah ditangani personel TNI bersama petugas pemerintah daerah.
Baca juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Pesawat Menhut Gagal Mendarat di Kalbar
Karhutla Dekat IKN Membakar Lahan 5 Hektare
Api kembali muncul di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. Kebakaran tersebut membakar lahan dengan luas sekitar lima hektare.
“Api kembali menyala dan membakar lahan sekitar lima hektare di Desa Sukomulyo,” demikian keterangan Puspen TNI, dikutip Antara, Jumat (4/9).
Kondisi itu membuat TNI AU mengerahkan helikopter Caracal menuju titik api. Helikopter tersebut menjalankan operasi water bombing untuk mempercepat pemadaman.
Operasi dilakukan dengan menjatuhkan air langsung ke area yang terbakar. Langkah tersebut menjadi dukungan pemadaman ketika api kembali menyala.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, pemadaman masih berlangsung. TNI berharap operasi udara dapat mempercepat penanganan kebakaran di lokasi.
Karhutla Dekat IKN Jadi Perhatian Pengelolaan Lahan
Selain pemadaman, Otorita Ibu Kota Nusantara mendorong pencegahan melalui edukasi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mengubah kebiasaan membuka lahan menggunakan metode pembakaran.
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri menjelaskan pendekatan tersebut. Edukasi diarahkan untuk membantu warga beralih dari praktik tebang bakar.
“Edukasi sebagai langkah transisi dari metode tebang bakar yang selama ini masih dipraktikkan sebagian warga,” ujar Myrna.
OIKN juga menerapkan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Larangan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Kepala OIKN.
Aturan itu juga melarang pembakaran sampah di kawasan IKN. Warga dilarang membuang puntung rokok tanpa memastikan api benar-benar padam.
Ratusan Titik Panas dan Karhutla di Kawasan IKN
OIKN mencatat 173 titik panas hingga 31 Agustus 2026. Titik tersebut tersebar di 23 desa dan kelurahan kawasan IKN.
Dari jumlah itu, tercatat 55 titik mengalami kejadian karhutla. OIKN menegaskan titik panas tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran.
Sebagian besar kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Praktiknya meliputi pembukaan lahan, pembakaran sampah, puntung rokok, dan swabakar batu bara.
Karena itu, OIKN mendorong pengelolaan lahan tanpa bakar secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kawasan IKN tetap hijau dan lestari.
Baca juga: Asap Karhutla Kalimantan Bisa Ganggu Investasi ASEAN, Ini Kata Celios
OIKN Dorong Pertanian Tanpa Pembakaran
Masyarakat di dalam dan sekitar IKN diajak memanfaatkan pendampingan pengelolaan lahan. Petani juga didorong meninggalkan praktik pembakaran saat mengolah lahan.
Program tersebut mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan karhutla. Pendekatan itu sekaligus menawarkan solusi bagi masyarakat yang bergantung pada pengolahan lahan.
Peserta mendapatkan praktik pengolahan tanah terkendali dan pembuatan kompos. Mereka juga mempelajari penggunaan mulsa organik untuk menjaga kondisi tanah.
Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko kebakaran dan menekan emisi karbon. Praktik itu juga diharapkan menjaga kesuburan biologis tanah.
Myrna mengatakan langkah tersebut mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas agrikultur di kawasan IKN.
Penanganan karhutla membutuhkan pemadaman cepat sekaligus perubahan praktik pengelolaan lahan. Karena itu, operasi udara TNI AU berjalan bersama upaya pencegahan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, karhutla dekat IKN diharapkan dapat ditekan sekaligus dicegah berulang. (*)


