Tantangan Risiko dan Kualitas Pertumbuhan Perbankan BUMN
Menurut Amin, tantangan utama Himbara ke depan bukan hanya ekspansi kredit, tetapi memastikan kualitas pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan. Risiko pembiayaan diperkirakan meningkat seiring perluasan mandat penyaluran kredit.
“Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pendekatan kehati-hatian dinilai menjadi kunci agar ekspansi tidak mengganggu stabilitas kinerja perbankan dalam jangka panjang.
Baca juga: Global Bond Danantara Laris Manis di Tengah Outflow Asing: Kepercayaan Pasar atau Duit Konglo Indonesia yang “Menyamar”?
Secara keseluruhan, Danantara menegaskan bahwa kapitalisasi pasar Himbara yang mencapai Rp1,1 kuadriliun menunjukkan kekuatan besar sektor perbankan BUMN sekaligus peran strategisnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


