Poin Penting:
- Kapal tanker Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah tertahan sejak Maret 2026.
- PIS menerapkan penilaian risiko yang ketat serta pemantauan operasional selama 24 jam sepanjang pelayaran.
- Pertamina Pride melanjutkan perjalanan menuju Cilacap dan dijadwalkan tiba pada 23 Juli 2026 untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Jakarta – Kapal tanker Pertamina Pride akhirnya melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah tertahan sejak Maret 2026.
Kapal tersebut kini kembali melanjutkan pelayaran menuju Indonesia untuk mendukung ketahanan energi nasional.
PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride telah keluar dari kawasan Teluk Arab. Kapal selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Cilacap.
Baca juga: Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, Ini Alasannya
Pertamina Pastikan Pelayaran lewat Selat Hormuz Berjalan Aman
Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pelayaran itu menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu meninggalkan kawasan tersebut.
“Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” ujar Vega, dikutip Antara, Kamis, 9 Juli 2026.
Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal melintasi area kritikal dan Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.
PIS menilai mitigasi risiko dan pemantauan operasional berjalan efektif. Langkah itu menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika keamanan kawasan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Teheran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini,” ujar Vega.
Pertamina Terapkan Penilaian Risiko Secara Ketat
PIS menyebut penentuan waktu dan rute pelayaran dilakukan melalui pembahasan serta penilaian risiko yang ketat. Puluhan persyaratan dipenuhi sebelum kapal meninggalkan Teluk Arab.
Penilaian mencakup aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, hingga kesiapan awak kapal. Seluruh aspek itu menjadi dasar kapal mulai bergerak dari kawasan Teluk Arab.
Selama pelayaran, kapal dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk menjaga keamanan pelayaran.
Baca juga: Belum Bisa Melintas, 2 Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz akibat Ketegangan Iran-AS
Pertamina Pride Langsung Berlayar ke Cilacap
Vega memastikan seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. Kapal berkapasitas dua juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Cilacap untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Perjalanan menuju Indonesia diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari. Kapal dijadwalkan tiba di Cilacap pada 23 Juli 2026.
PIS terus memantau perkembangan keamanan di jalur pelayaran internasional. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dilakukan untuk menjaga keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.
“PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz,” ujar Vega.
Pelayaran Pertamina Pride menandai kembali normalnya operasional dua kapal milik PIS yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Arab.
Langkah ini memperkuat kelancaran distribusi energi nasional di tengah dinamika jalur pelayaran internasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


