Poin Penting
- IPR Juni 2026 diperkirakan 221,6 atau terkontraksi 4,4 persen yoy, namun penjualan eceran dinilai masih terjaga
- Kontraksi bulanan Juni membaik menjadi -0,8 persen mtm dari -1,5 persen mtm pada Mei. Didorong kenaikan penjualan perlengkapan rumah tangga dan sandang
- Tekanan inflasi Agustus 2026 diperkirakan meningkat dan IEH naik menjadi 178,0 dari 175,8 pada Juli.
Jakarta – Bank Indonesia memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2026 sebesar 221,6. Angka ini terkontraksi 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski begitu, penjualan eceran tersebut dinilai masih terjaga.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang diterbitkan BI, kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori dengan indeks 145,5, tumbuh 11 persen yoy maupun Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 83,8 atau tumbuh 1,8 persen yoy.
Di sisi lain, beberapa kelompok diprakirakan masuk ke dalam zona kontraksi, yaitu Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi dengan indeks 56,4, terkontraksi 8,5 persen yoy dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan indeks 103,5, terkontraksi 7,8 persen yoy.
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran juga diprakirakan -0,8 persen (mtm), lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang -1,5 persen (mtm).
Baca juga: Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Juni 2026
Perbaikan tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja penjualan pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 1,9 persen (mtm) dan Subkelompok Sandang 4,7 persen (mtm). Peningkatan tersebut seiring mulai masuknya periode liburan sekolah pada akhir Juni 2026.
Sementara itu, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi terkontraksi 2,0 persen (mtm), Kelompok Suku Cadang dan Aksesori -3,1 persen (mtm), serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau -0,7 persen (mtm) mengalami perbaikan dari periode sebelumnya meski masih tertahan di zona kontraksi.
Sementara, pada Mei 2026, IPR tercatat sebesar 223,4 atau terkontraksi 3,9 persen (yoy), relatif stabil dari bulan sebelumnya -3,7 persen.
Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori dengan indeks 150,1 tumbuh 11,2 persen, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 107 tumbuh 0,3 persen, serta Barang Budaya dan Rekreasi 57,5 tumbuh 0,2 persen.
Penjualan Eceran Mei 2026 Turun
Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar -1,5 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar -11,6 persen (mtm).
Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Baca juga: Penjualan Mobil Tumbuh 55 Persen, Pembiayaan Multifinance Tembus Rp290,97 Triliun
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6. (*)
Editor: Galih Pratama


