Poin Penting
- BCA ubah kebijakan dividen, dari satu kali dividen interim per tahun menjadi tiga kali mulai kuartal II 2026, yang akan dibagikan setiap kuartal hingga akhir tahun
- Pembagian dividen 2025 mencapai Rp41,3 triliun atau Rp336 per saham, setara 72 persen laba bersih, meningkat dibandingkan rasio tahun sebelumnya sebesar 67,4 persen
- Sisa dividen Rp34,5 triliun dibagikan ke pemegang saham, setelah sebelumnya BCA menyalurkan dividen interim Rp6,77 triliun (Rp55 per saham) pada Desember 2025.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali mulai kuartal II 2026. Kebijakan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana perseroan hanya menyalurkan dividen interim sekali dalam setahun, yakni pada Desember.
“Benar, kita akan melakukan pembayaran dividen interim biasanya kita lakukan di bulan Desember, sekali setahun. Mulai tahun ini, kita akan lakukan setiap kuartalan,” kata Vera Eve Lim, Direktur Keuangan BCA dalam konferensi pers Kinerja Kuartal I 2026, Kamis, 23 April 2026.
Baca juga: BCA Bukukan Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I 2026
Vera menjelaskan, selama ini BCA umumnya membagikan dividen final pada kuartal I dan dividen interim pada akhir tahun. Namun, mulai 2026, perseroan akan menambah frekuensi pembagian dividen interim menjadi setiap kuartal, dimulai pada kuartal II.
“Akan mulai (pemberian dividen interim) dari kuartal ke II, kuartal III, dan kuartal ke IV. Jadi ada tiga kali dividen interim,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, BCA memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp41,3 triliun atau Rp336 per lembar saham.
Adapun dividen tunai tahun buku 2025 tersebut sekitar 72 persen dari total laba bersih . Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 67,4 persen.
Baca juga: Direksi BCA Kompak Borong Saham, Pengamat Proyeksi Saham BBCA Tembus Segini
Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen interim senilai Rp55 atau total Rp6,77 triliun pada 22 Desember 2025.
Dengan demikian, sisanya senilai Rp281 per saham atau total Rp34,5 triliun dibagikan kepada pemegang saham. Sedangkan, sisa laba bersih tahun 2025 yang tidak ditentukan penggunaannya ditetapkan sebagai laba ditahan. (*)
Editor: Galih Pratama








