Poin Penting
- BCA mencatat laba bersih Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
- Penyaluran kredit mencapai Rp994 triliun (naik 5,6 persen yoy), didorong kredit produktif dan momentum Ramadan, Idulfitri, serta program BCA Expoversary
- DPK BCA tumbuh 8,3 persen menjadi Rp1.292,4 triliun dengan dominasi CASA 85,2 persen, sementara kualitas aset tetap terjaga dengan NPL 1,8 persen dan LaR 5,1 persen.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp14,7 triliun hingga kuartal I 2026. Angka ini naik secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan kuartal I 2025 yang sebesar Rp14,1 triliun.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kinerja kredit yang positif di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Hingga Maret 2026, BCA berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp994 triliun atau tumbuh 5,6 persen yoy.
“Mengawali 2026 kinerja BCA dipengaruhi oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat. Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026,” ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2026, Kamis, 23 April 2026.
Baca juga: Direksi BCA Kompak Borong Saham, Pengamat Proyeksi Saham BBCA Tembus Segini
Hingga Maret 2026, lanjut Hendra, realisasi kredit BCA utamanya ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, atau meningkat 7,8 persen yoy. Pertumbuhan kredit tersebut juga didukung pendanaan yang solid.
“BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” kata Hendra.
Sementara dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 8,3 persen yoy menjadi Rp1.292,4 triliun. Secara rinci, porsi current account saving account (CASA) mendominasi sekitar 85,2 persen atau sebesar Rp1.089 triliun, tumbuh 12 persen yoy dari total DPK.
“Kenaikan CASA sejalan dengan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non-digital,” jelas Hendra.
Baca juga: BCA Siap Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan
Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LaR) dan non-performing loan (NPL) BCA terjaga masing-masing sebesar 5,1 persen dan 1,8 persen. Adapun rasio pencadangan LaR dan NPL berada pada level solid masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.
“Kami optimistis akan menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” jelas Hendra. (*)
Editor: Galih Pratama








