Poin Penting
- IHSG turun 2,16% ke level 7.378,60 pada penutupan perdagangan.
- Sebanyak 505 saham melemah, hanya 192 saham menguat.
- Hampir semua sektor terkoreksi, kecuali transportasi yang naik 2,50%.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, ditutup melanjutkan koreksi ke level 7.378,60 atau melemah 2,16 persen dari posisi 7.541,61.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 505 saham terkoreksi, 192 saham menguat, dan 123 saham stagnan.
Sebanyak 54,16 miliar saham diperdagangkan dengan 3,07 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp20,49 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Turun 1,27 Persen ke 7.445, Hanya Sektor Transportasi yang Bertahan Menguat
Tidak hanya itu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak turun, dengan JII merosot 3,15 persen menjadi 498,93, LQ45 melemah 2,73 persen ke 715,88, IDX30 turun 2,03 persen jadi 393,27, dan Sri-Kehati merosot 1,77 persen ke 346,15.
Lalu, hampir seluruh sektor turut terpantau melemah, dipimpin sektor siklikal yang turun 3,43 persen, diikuti sektor industrial 3,41 persen, sektor teknologi 2,36 persen, sektor infrastruktur 2,33 persen, dan sektor bahan baku 1,94 persen.
Sektor energi melemah 1,64 persen, properti turun 1,48 persen, kesehatan merosot 1,45 persen, keuangan melemah 1,22 persen, dan non-siklikal turun 0,59 persen.
Baca juga: 339 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.575
Di tengah pelemahan pasar, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang menguat sebesar 2,50 persen.
Saham Gainers dan Losers
Saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).
Baca juga: BEI dan MSCI Masih Bahas Reformasi Pasar, Ini Respons Terbarunya
Adapun saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). (*)
Editor: Yulian Saputra








