Poin Penting
- MSCI masih membekukan reviu indeks Indonesia untuk periode Mei 2026.
- BEI dan MSCI terus berdiskusi terkait reformasi transparansi pasar.
- BEI lakukan edukasi dan perbaikan indeks untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan diskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan terus berlanjut, menyusul hasil reviu indeks terbaru yang masih membekukan status pasar saham Indonesia.
MSCI sebelumnya mengumumkan hasil reviu indeks untuk periode Mei 2026, di mana indeks Indonesia belum mengalami perubahan.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan BEI akan terus aktif berdiskusi dengan MSCI untuk menjelaskan berbagai perhatian (concern) yang masih dimiliki lembaga tersebut.
Baca juga: Asing Terciduk Borong 5 Saham Ini saat IHSG Tersengat Pengumuman MSCI
Saat ini, MSCI tengah melakukan penilaian terhadap reformasi transparansi pasar (market transformacy reform) yang telah dilakukan Indonesia. Selain itu, MSCI juga meminta masukan dari klien dan pelaku pasar terkait perubahan tersebut.
“BEI akan terus melakukan edukasi kepada publik dan pelaku pasar terkait market transparancy reform dan menjawab concern dari pelaku pasar dengan menyediakan hotdesk dedicated agar dapat menjalin komunikasi yang lebih intens dan accommodative,” ujar Nyoman dalam keterangannya dikutip, Kamis, 23 April 2026.
BEI juga mulai mengimplementasikan reformasi pada indeks unggulan seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Salah satunya dengan tidak memasukkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) ke dalam konstituen indeks.
“Hal ini guna memastikan konstituen indeks investable, selaras dengan tujuan investasi dan dapat menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi,” katanya.
Baca juga: Begini Respons OJK soal MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Saham RI
Langkah ini sejalan dengan kebijakan MSCI yang juga menghapus saham dengan kategori HSC dari indeks global, seperti yang dilakukan pada pasar Hong Kong.
Sentimen Pasar Mulai Membaik
Adapun, sejak reformasi transparansi pasar diumumkan pada 2 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sekitar 8 persen, dari level 7.026 hingga ditutup di 7.559 pada 21 April 2026.
“Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan,” kata Nyoman.
Baca juga: Kiwoom Sekuritas Beberkan Dampak Reviu MSCI bagi Pasar Saham RI
Fokus Tingkatkan Kepercayaan Investor
Ke depan, BEI akan terus melakukan inovasi untuk memperkuat perlindungan investor, meningkatkan likuiditas, serta menjaga kepercayaan pasar agar perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. (*)
Editor: Yulian Saputra








