Poin Penting
- Wapres Jusuf Kalla menilai ekonomi Indonesia tertekan faktor global dan membutuhkan sinergi pemerintah serta masyarakat
- JK menegaskan konsumsi masyarakat harus dijaga karena menjadi penopang utama ekonomi nasional
- Menurut JK, kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi.
Jakarta – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), menilai perekonomian Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari konflik geopolitik di sejumlah kawasan hingga kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengedepankan prinsip “USA above everything”.
Menurut JK, situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, yang tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah serta keluarnya investor dari pasar saham Indonesia, sehingga menekan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di tengah kondisi tersebut, JK menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Pasalnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca juga: SBY Sebut Ketahanan Bangsa Dibangun dari Kekuatan Ekonomi Akar Rumput
“Apapun produktivitas masyarakat, dari situ lah mereka bisa menyebabkan konsumsi yang bisa menumbuh ekonomi, dan bisa menyebabkan suatu enabling growth,” ucap JK dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum Hosted by Amartha, Kamis, 4 Juni 2026.
Berdasarkan data kuartal I 2026, konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,36 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Karena itu, JK menilai kelompok masyarakat perlu mendapat perhatian serius agar daya belinya tetap terjaga.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan suatu negara ditentukan oleh sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi.
“Suatu negara itu ditopang oleh dua hal, yaitu oleh pemerintah yang baik, adil dan membangun infrastruktur, membuat kesempatan untuk pengusaha, dan menarik pajak dari pertumbuhan itu,” bebernya.
Baca juga: Sirkus Makroekonomi 2026: Doping Fiskal Q1 dan Ritual Bakar Devisa
Lebih lanjut, JK mengatakan negara-negara maju selalu ditopang oleh keberadaan pengusaha, baik skala kecil maupun besar. Kelompok ini berperan menciptakan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, ia menilai pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan dalam membangun perekonomian. Tanpa kolaborasi yang seimbang, sistem ekonomi tidak akan berfungsi secara optimal.
“Karena itulah kalau di sini, bagaimana (pemerintah) bisa menggerakkan masyarakat, terutama yang muda-muda, untuk menopang ekonomi masyarakat. Dan tentu banyak sekali hal-hal yang harus bekerja sama dengan pemerintah,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


