Poin Penting
- JELI menargetkan pertumbuhan pendapatan (top line) sekitar 26 persen pada 2026.
- Perseroan mengandalkan peluncuran produk baru, penambahan SKU, dan peningkatan kualitas produk.
- Ekspansi pasar ekspor ke India dan Filipina menjadi salah satu strategi pertumbuhan.
Jakarta – PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan pertumbuhan pendapatan (top line) sekitar 26 persen pada 2026 setelah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7).
Direktur JELI, Adhi S. Lukman mengatakan, perseroan juga optimistis mampu membukukan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita berharap tumbuh sekitar 26 persen (top line), bottom line-nya juga harusnya lebih tinggi dari tahun lalu,” ujar Adhi kepada media di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham JELI dan JECX Kompak ARA
Adhi mengatakan prospek industri makanan dan minuman masih tetap positif meski dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian geopolitik.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan dan minuman akan tetap terjaga sehingga memberikan ruang pertumbuhan bagi industri.
“(Prospeknya kira-kira ke depan untuk sektor ini seperti apa Pak?) Saya kira masih bagus. Makan minuman kan tumbuhnya jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi ya. Kita tahun ini Q1 tumbuh 7,04 persen,” imbuhnya.
Untuk mencapai target tersebut, JELI akan menjalankan sejumlah strategi, mulai dari meningkatkan kualitas produk, menambah stock-keeping unit (SKU), hingga meluncurkan beberapa produk baru pada September dan November 2026.
Bidik Kenaikan Kontribusi Ekspor
Selain memperkuat pasar domestik, JELI juga melihat peluang besar dari pasar ekspor melalui anak usahanya, PT NPS, yang akan memproduksi produk gummy candy.
Saat ini, JELI telah mengekspor produknya ke sekitar 30 negara, meski kontribusinya terhadap total penjualan masih relatif kecil.
“Sehingga kita yakin ekspor kita akan meningkat kontribusinya. (Kondisi pasar Eropa untuk industri mamin?) Saya kira cukup bagus ya. Asia juga bagus ya. India, Arab Saudi, kemudian negara-negara Asia cukup bagus,” kata Adhi.
Baca juga: IPO Niramas Utama (JELI) Oversubscribed 273,37 Kali
Selain itu, dalam waktu dekat, perseroan juga berencana memperluas pasar ekspor di India dan Filipina agar menjadi kontributor yang lebih besar terhadap penjualan luar negeri.
Saat ini, pasar ekspor terbesar JELI masih tersebar secara relatif merata di India, Jepang, Arab Saudi, dan Filipina. Sementara itu, kontribusi pasar Eropa dan Amerika Latin masih lebih kecil. (*)
Editor: Yulian Saputra


