Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 0,46 persen ke level 5.943,53 pada sesi I perdagangan 7 Juli 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp5,04 triliun
- Sebanyak 366 saham menguat, 235 melemah, dan 179 stagnan. Penguatan IHSG ditopang sektor properti, siklikal, kesehatan, dan industrial
- Berbeda dengan IHSG yang menguat, mayoritas bursa Asia terkoreksi, dipimpin Nikkei yang turun 1,81 persen, disusul Shanghai melemah 1,43 persen dan Hang Seng turun 0,66 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (7/7) ditutup menguat pada level 5.943,53 atau mengalami kenaikan 0,46 persen dari posisi 5.916,07.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 12,67 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 997 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,04 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 235 saham terkoreksi, 366 saham menguat, dan 179 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham JELI dan JECX Kompak ARA
Lebih lanjut, mayoritas sektor terpantau ikut bergerak naik. Rinciannya, sektor properti melesat 2,64 persen, sektor siklikal menguat 1,45 persen, sektor kesehatan naik 1,02 persen, dan sektor industrial meningkat 0,72 persen.
Selanjutnya, sektor bahan baku menguat 0,71 persen, sektor keuangan naik 0,48 persen, sektor transportasi meningkat 0,31 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,15 persen.
Baca juga: IPO Niramas Utama (JELI) Oversubscribed 273,37 Kali
Sektor sisanya masih mengalami pelemahan, di antaranya sektor infrastruktur dan sektor energi -0,16 persen, serta sektor teknologi -0,12 persen.
Sementara dari indeks bursa Asia terpantau kompak melemah. Shanghai Composite Index merosot 1,43 persen, Hang Seng Index melemah 0,66 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo terkoreksi 1,81 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


