Poin Penting
- BI kembali menggelar FERBI 2026 untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap rupiah.
- Transformasi pengelolaan uang rupiah dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi.
- FERBI 2026 menghadirkan pameran, edukasi, kompetisi, hingga layanan penukaran uang.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 dengan mengusung tema “Rupiah Berdaulat Indonesia Bermartabat”.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi kali kelima FERBI digelar dalam lima tahun terakhir. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, acara ini bertujuan meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai mata uang rupiah.
Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali menegaskan rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga simbol persatuan dan kedaulatan negara. Di tengah perkembangan digitalisasi, rupiah juga tetap menjadi bagian dalam ekosistem pembayaran digital.
“Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan NKRI. Tidak hanya di uang tunai, rupiah juga berdaulat sebagai satuan nilai ekosistem pembayaran digital,” ujar Ricky dalam seremoni pembukaan FERBI 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selain sebagai simbol kedaulatan, rupiah juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Karena itu, BI terus melakukan transformasi pengelolaan uang rupiah (PUR) seiring perubahan perilaku masyarakat dan pesatnya digitalisasi.
“Pertama, modernisasi jaringan distribusi PUR. Yang kedua, menerapkan digitalisasi PUR secara end-to-end. Dan yang ketiga adalah penerapan prinsip sustainability,” ungkap Ricky.
Baca juga: BUMN Baru Khusus Ekspor: Negara Telah Menjadi “Tengkulak Lapar”, Apa Risikonya?
Dalam menjalankan transformasi tersebut, BI juga berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha di bidang PUR, mulai dari Polri, TNI, sejumlah kementerian, hingga PT PLN (Persero).
Di kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M. Anwar Bashori mengatakan FERBI 2026 menjadi ajang untuk menunjukkan perkembangan dan transformasi pengelolaan uang rupiah di Indonesia.
“FERBI itu showcase sekaligus menunjukkan bagaimana kemajuan pengelolaan uang rupiah di Indonesia. Karena (prosesnya) tidak sembarang,” kata Anwar kepada awak media.
Menurutnya, melalui FERBI, BI juga ingin menunjukkan kepada masyarakat mengenai kualitas dan proses pengelolaan uang rupiah di Indonesia.
“Kami berkomunikasi kepada stakeholder, bahwa bagaimana pencapaian daripada pengelolaan uang rupiah di Indonesia, yang tentunya menjamin yang berkualitas dan cukup terpercaya di seluruh Indonesia,” tukasnya.
Agenda FERBI 2026
FERBI 2026 berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 14-16 Agustus 2026. Masyarakat dapat mengikuti acara tersebut secara gratis setelah melakukan registrasi.
Beragam kegiatan digelar dalam FERBI 2026, mulai dari pameran, talkshow, kelas edukasi tentang rupiah, hingga kompetisi bagi murid dan guru dengan tema seputar rupiah.
Baca juga: Membaca Ulang Pidato Lengkap Prabowo di DPR, Ini Poinnya
Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan penukaran uang yang tersedia di sejumlah booth. Penukaran mencakup uang logam dan uang kertas dengan ketentuan nominal tertentu. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


