Poin Penting
- Said Iqbal resmi masuk lingkaran Istana setelah ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan setingkat menteri.
- Kedekatan Said Iqbal dengan Prabowo telah terbangun sejak sebelum Pilpres 2024 dan diperkuat dukungan politik Partai Buruh.
- Tantangan terbesar Said Iqbal adalah membuktikan bahwa posisinya di pemerintahan tetap mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja.
Jakarta – Nama Said Iqbal kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Penunjukan Said Iqbal menandai babak baru perjalanan politiknya yang selama bertahun-tahun dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah, namun kini masuk ke lingkaran terdekat pengambil keputusan negara.
Presiden Partai Buruh itu Said kini memegang jabatan setingkat menteri. Jabatan tersebut diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan kelompok pekerja dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Perjalanan Said Iqbal menuju Istana tidak terjadi dalam waktu singkat. Hubungan politiknya dengan Prabowo telah terbangun sejak sebelum Pemilihan Presiden 2024.
Dukungan yang diberikan Partai Buruh dan sejumlah organisasi serikat pekerja kepada Prabowo menjadi salah satu faktor yang memperlihatkan kedekatan kedua tokoh tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Prabowo Lantik Kepala BGN Nanik S Deyang dan Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal Sore Ini
Said Iqbal, Elite Buruh ke Lingkaran Istana
Said Iqbal dikenal luas sebagai salah satu elite dalam gerakan buruh Indonesia. Ia memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan kemudian menjadi Presiden Partai Buruh yang aktif memperjuangkan berbagai isu pekerja, mulai dari kenaikan upah minimum, jaminan sosial, hingga perlindungan tenaga kerja.
Kedekatan Said Iqbal dengan Prabowo bukan fenomena yang muncul setelah Pilpres 2024. Dalam berbagai kesempatan, keduanya kerap berdiskusi mengenai isu ketenagakerjaan, industrialisasi nasional, hingga perlindungan pekerja.
Momentum paling penting terjadi ketika Partai Buruh yang dipimpin Said Iqbal secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Dukungan itu menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara gerakan buruh dan kubu Prabowo telah berkembang dari sekadar komunikasi menjadi kerja sama politik.
Dari perspektif kekuasaan, keputusan Prabowo merangkul Said Iqbal dapat dibaca sebagai langkah strategis. Selama ini, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut memiliki pengaruh besar dalam mobilisasi massa buruh.
Kehadirannya di Istana berpotensi memperkuat komunikasi pemerintah dengan kelompok pekerja yang selama ini menjadi salah satu kekuatan sosial paling aktif dalam mengawal kebijakan publik.
Namun, langkah tersebut juga mengandung konsekuensi. Ketika seseorang yang selama ini berdiri di luar pemerintahan masuk ke sistem kekuasaan, ruang kritik yang selama ini menjadi kekuatan utama gerakan buruh berpotensi mengalami perubahan.
Tantangan terbesar bagi Said Iqbal adalah membuktikan bahwa kedekatannya dengan pemerintah tidak mengurangi keberpihakannya kepada pekerja.
Pendidikan Said Iqbal dan Karier Panjang di Dunia Industri
Sebelum dikenal sebagai tokoh buruh nasional, Said Iqbal memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang cukup panjang di sektor industri.
Ia menempuh pendidikan Diploma Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Jayabaya. Setelah itu, ia meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Latar belakang akademik tersebut menjadi modal penting dalam memahami persoalan hubungan industrial yang kompleks. Kombinasi ilmu teknik dan ekonomi membuatnya tidak hanya memahami persoalan pekerja dari sisi sosial, tetapi juga dari perspektif produktivitas industri dan kebijakan ekonomi.
Karier profesionalnya juga tidak dimulai dari organisasi buruh. Sebelum aktif penuh di gerakan pekerja, Said Iqbal pernah bekerja di perusahaan multinasional dan terlibat langsung dalam aktivitas industri manufaktur.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi yang kemudian membentuk pandangannya mengenai perlindungan tenaga kerja, sistem pengupahan, dan hubungan industrial.
Said Iqbal Diberi Tugas Khusus Bidang Ketenagakerjaan
Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dikonfirmasi menjelang pelantikan. Dalam keterangannya kepada media, ia membenarkan akan dilantik dan menyebut jabatan tersebut memiliki kedudukan setingkat menteri sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah memberi sinyal bahwa pengalaman panjangnya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja menjadi salah satu pertimbangan utama. Kehadiran tokoh buruh di lingkaran penasihat presiden diharapkan mampu memberikan masukan langsung terkait regulasi ketenagakerjaan, hubungan industrial, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja.
Pelantikan ini juga menunjukkan upaya pemerintah memperluas keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan. Dalam konteks ketenagakerjaan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya terkait penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas pekerjaan dan perlindungan pekerja di tengah perubahan ekonomi global.
Baca juga: Profil Kepala BGN Nanik S Deyang, Lulusan Biologi Berharta Rp6,3 Miliar
Tantangan Baru di Tengah Harapan Buruh
Meski mendapat sambutan dari sebagian kalangan pekerja, langkah Said Iqbal masuk ke pemerintahan juga memunculkan ekspektasi tinggi. Selama ini ia dikenal sebagai figur yang lantang menyuarakan kepentingan buruh dari luar sistem.
Kini, tantangan yang dihadapinya adalah bagaimana menerjemahkan aspirasi tersebut menjadi kebijakan yang konkret dari dalam pemerintahan.
Posisi sebagai penasihat presiden menuntut kemampuan membangun kompromi sekaligus menjaga kepercayaan basis pendukungnya di kalangan pekerja. Sejumlah isu seperti perlindungan pekerja kontrak, penguatan jaminan sosial, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga kesejahteraan buruh diperkirakan akan menjadi fokus perhatian ke depan.
Bagi pemerintah, kehadiran tokoh buruh dalam struktur penasihat presiden dapat menjadi modal penting untuk memperkuat dialog sosial. Sementara bagi gerakan pekerja, penunjukan ini menjadi ujian apakah perjuangan yang selama ini disuarakan dari jalanan dapat diwujudkan melalui kebijakan negara.
Perjalanan panjang Said Iqbal dari pemimpin serikat pekerja, Presiden Partai Buruh, hingga dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan menunjukkan perubahan signifikan dalam peta hubungan antara gerakan buruh dan pemerintah.
Kini, publik menunggu sejauh mana Said Iqbal mampu memanfaatkan posisi barunya untuk memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus membantu pemerintah merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif. (*)
Editor: Galih Pratama


