Poin Penting
- UUS Maybank Indonesia semakin dekat memenuhi syarat spin off dengan aset mencapai Rp44,13 triliun.
- Perseroan terus menyiapkan kajian dan strategi agar proses pemisahan berjalan optimal.
- Laba bersih melonjak 104,01 persen meski pembiayaan dan DPK mengalami kontraksi.
Jakarta – Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia terus mematangkan persiapan menuju aksi spin off atau pemisahan unit usaha seiring pertumbuhan aset yang semakin mendekati batas minimum yang ditetapkan regulator.
Director of Shariah Business Unit Maybank Indonesia, Rommy H. Buchari mengungkapkan, perseroan saat ini masih melakukan berbagai kajian dan persiapan strategis guna memastikan proses spin off dapat berjalan secara optimal ketika seluruh persyaratan telah terpenuhi.
“Tentunya, kita melakukan persiapan-persiapan dan analisa sesuai dengan kebutuhan kita yang paling optimum ke depan itu seperti apa,” ujar Rommy, di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Baca juga: Ramai Spin Off, Ini Kinerja Bank Umum Syariah Sepanjang 2025
Ia menjelaskan, ketentuan mengenai spin off telah diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2023 tentang Unit Usaha Syariah. Berdasarkan regulasi tersebut, pemisahan wajib dilakukan apabila nilai aset UUS telah mencapai Rp50 triliun atau setara 50 persen dari total aset bank induk.
“Tapi gini aja, requirement spin-off kan sudah jelas, Rp50 triliun atau 50 persen. Kita kan sudah mendekati itu,” jelasnya.
Target Aset Rp50 Triliun Berpotensi Tercapai Tahun Depan
Rommy belum memastikan waktu pelaksanaan spin off. Namun, ia mengindikasikan target tersebut berpeluang terealisasi dalam waktu dekat apabila tren pertumbuhan aset tetap terjaga.
“Kita sekarang kan sudah di Rp43 triliunan. Barangkali dalam waktu tahun ini atau tahun depan ada kemungkinan sampai di situ,” bebernya.
Dengan posisi aset yang terus meningkat, peluang UUS Maybank Indonesia bertransformasi menjadi Bank Umum Syariah dinilai semakin terbuka.
Baca juga: Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen
Laba Bersih Melonjak di Tengah Tekanan Pembiayaan
Kinerja bisnis syariah Maybank Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total aset UUS hingga akhir 2025 telah mencapai Rp44,13 triliun yang ditopang oleh pengembangan layanan digital syariah serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pembiayaan tercatat turun 3,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp30,51 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kontraksi 9,79 persen yoy menjadi Rp33,19 triliun.
Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan efisiensi operasional dengan memangkas biaya operasional hingga 25,79 persen. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga tumbuh 16,48 persen menjadi Rp1,50 triliun.
Baca juga: Generasi Muda Dominasi Rekening Tabungan Haji Maybank Syariah, Ini Pendorongnya
Efisiensi tersebut berdampak positif terhadap profitabilitas. UUS Maybank Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp846,66 miliar pada Maret 2026 atau melonjak 104,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp415 miliar.
Selain itu, total aset perseroan juga meningkat 2,71 persen secara tahunan menjadi Rp44,13 triliun, memperkuat prospek perusahaan untuk memenuhi syarat spin off dalam waktu dekat. (*)
Editor: Yulian Saputra


