Poin Penting
- Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp88,15 triliun hingga akhir Mei 2026.
- Program telah menjangkau 63,13 juta penerima manfaat melalui 29.670 dapur umum.
- Pemerintah memangkas pagu anggaran MBG 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun demi efisiensi.
Jakarta – Pemerintah mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp88,15 triliun. Penyerapan anggaran tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 17,53 persen seiring meluasnya cakupan penerima manfaat di berbagai daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi anggaran program unggulan tersebut terus bertambah sejalan dengan pelaksanaan di lapangan.
“Anggaran makan bergizi gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp88,15 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi Pers APBN KiTa, dikutip, Senin, 7 Juni 2026.
Baca juga: Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Dadan, MBG Dipastikan Tetap Berlanjut
Sepanjang Mei 2026, anggaran yang disalurkan untuk program MBG mencapai Rp13,5 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pada April 2026 sebesar Rp19,66 triliun maupun Maret 2026 yang mencapai Rp16,37 triliun.
Lebih dari 63 Juta Masyarakat Telah Menerima Manfaat
Purbaya mengungkapkan program MBG telah menjangkau 63,13 juta penerima manfaat yang dilayani melalui 29.670 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
Dari total penerima tersebut, sebanyak 48,9 juta merupakan kalangan siswa, sedangkan sekitar 14,3 juta lainnya berasal dari kelompok non-siswa.
Perluasan cakupan penerima manfaat ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan realisasi anggaran sepanjang tahun berjalan.
Baca juga: MBG Bawa Berkah bagi BUAH, Pendapatan 2025 Tumbuh 47,7 Persen
Pagu Anggaran MBG 2026 Dipangkas Demi Efisiensi
Di sisi lain, pemerintah memutuskan memangkas pagu anggaran program MBG dalam APBN 2026 menjadi Rp268 triliun dari sebelumnya Rp335 triliun. Dengan demikian, terdapat pengurangan anggaran sebesar Rp67 triliun.
“MBG sudah mencapai Rp75 triliun itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun, nanti ada pengehematan-penghematan tertentu,” ujar Purbaya dalam APBN Kita, dikutip, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Purbaya, penyesuaian anggaran dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengelolaan dana oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas program.
Baca juga: Purbaya Pangkas Anggaran MBG 2026 dari Rp335 Triliun jadi Rp268 Triliun, Ini Alasannya
Meski demikian, ia menegaskan besaran anggaran Rp268 triliun masih bersifat sementara dan masih berpotensi mengalami perubahan setelah proses evaluasi selesai dilakukan.
“Rp268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” pungkas mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu. (*)
Editor: Yulian Saputra


