Poin Penting
- PT Allo Bank Indonesia Tbk akan buyback saham Rp200 miliar untuk stabilisasi harga dan kinerja
- Langkah ini untuk menjaga kepercayaan investor dan kesesuaian harga saham dengan fundamental
- Manajemen memastikan buyback tidak berdampak material pada keuangan maupun operasional perseroan.
Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp200 miliar menggunakan saldo laba ditahan sekaligus ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham serta mendukung kinerja perseroan.
“Perseroan berupaya untuk memiliki fleksibilitas yang memungkinkan perseroan menjaga stabilitas harga saham perseroan agar lebih mencerminkan kinerja perseroan,” tulis keterangan manajemen BBHI dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/7).
Bank digital milik Mega Corpora ini menyatakan, langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga: Allo Bank Tebar Dividen Rp286,97 Miliar, Setara 50 Persen Laba Bersih 2025
“Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023,” tulis BBHI.
Jaga Kepercayaan Investor
Selain menjaga stabilitas harga saham, Allo Bank menyebut bahwa aksi buyback saham juga bertujuan menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan.
Perseroan menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan para pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap prospek pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Nantinya, saham hasil pembelian akan disimpan sebagai saham treasuri sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.
Pastikan Buyback Tak Ganggu Kinerja Keuangan
Berkenaan dengan transaksi tersebut, manajemen memastikan aksi koorporasi tersebut tak akan memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Selain itu, tambahan biaya yang timbul dari pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan memengaruhi target laba yang telah ditetapkan.
Baca juga: Begini Strategi Bisnis Allo Bank Gaet Nasabah Baru
“Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional Perseroan tidak material, sehingga laba-rugi diperkirakan masih sejalan dengan target Perseroan,” jelas manajemen.
Allo Bank juga menyatakan potensi penurunan nilai akibat perubahan aset kas menjadi saham treasuri tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Alokasi Dana Buyback Hanya 1,35 Persen dari Total Aset
Manajemen menambahkan, nilai pembelian buyback tersebut sebesar Rp200 miliar setara sekitar 1,35 persen dari total aset perseroan.
Dengan porsi tersebut, perusahaan meyakini aksi korporasi ini tidak akan mengganggu likuiditas maupun kegiatan operasional karena masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai.
“Perseroan memiliki modal kerja dan cashflow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


