Poin Penting
- Allo Bank membagikan dividen tunai Rp286,97 miliar atau 50 persen dari laba bersih 2025.
- Perseroan membukukan laba bersih Rp574 miliar, tumbuh 23 persen secara tahunan.
- DPK melonjak 56 persen menjadi Rp9,51 triliun, sementara kredit tumbuh menjadi Rp9,14 triliun.
Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp286,97 miliar dari laba tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
Nilai tersebut setara 50 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2025. Sementara itu, sebesar Rp287,28 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis. Adapun sisanya dialokasikan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Begini Strategi Bisnis Allo Bank Gaet Nasabah Baru
Plt Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah mengatakan, keputusan menebar dividen tunai kepada para pemegang saham mencerminkan kinerja solid yang berhasil dicapai Perseroan sepanjang 2025.
“Hal ini mencerminkan kekuatan dari bisnis model kami dan bahwa Allo Bank telah berada pada jalan yang tepat untuk terus tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.
RUPST Setujui Laporan Tahunan dan Penguatan Tata Kelola
Selain menetapkan pembagian dividen, RUPST Allo Bank juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Laporan tersebut mencakup laporan pengurusan Direksi, laporan keuangan, dan laporan pengawasan Dewan Komisaris.
Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan sepanjang tahun buku 2025.
Baca juga: Begini Strategi Bisnis Allo Bank Gaet Nasabah Baru
Rapat juga menyetujui pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026.
Kinerja Allo Bank 2025
Diketahui, sepanjang 2025, Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar, tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional dan strategi perseroan dalam menyediakan solusi perbankan bagi nasabah ritel, UMKM, hingga korporasi yang selama ini kurang terlayani.
Berdasarkan laporan perseroan hingga Desember 2025, pendapatan operasional Allo Bank naik 37 persen yoy menjadi Rp1,98 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta pendapatan berbasis komisi.
Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 29 persen yoy menjadi Rp1,44 triliun. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya melonjak 65 persen yoy menjadi Rp543 miliar, seiring pertumbuhan penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.
Dari sisi profitabilitas, sejumlah rasio keuangan menunjukkan perbaikan. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 10,1 persen, naik 120 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian, return on asset (ROA) meningkat 110 bps menjadi 4,9 persen, sedangkan return on equity (ROE) naik 50 bps menjadi 7,9 persen.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit hingga akhir 2025 tercatat Rp9,14 triliun, tumbuh di segmen ritel maupun wholesale. Bank tetap menjaga kualitas aset, tecermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross sebesar 1,6 persen dan NPL net 0,6 persen.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 56 persen yoy menjadi Rp9,51 triliun. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya kepercayaan nasabah terhadap Allo Bank. (*)
Editor: Yulian Saputra


