Poin Penting
- Iran memperluas daftar kapal yang berpotensi terkena pembatasan di Selat Hormuz menjadi 77 kapal.
- Kapal yang melanggar protokol Iran dapat menghadapi denda, penahanan, hingga penyitaan.
- Kapal yang bekerja sama dengan kapal dalam daftar juga berpotensi masuk daftar hitam.
Jakarta – Iran memperluas daftar 77 kapal yang berpotensi terkena pembatasan di Selat Hormuz. Langkah tersebut dilakukan ketika ketegangan akibat konflik kawasan belum mereda.
“Kapal-kapal yang melanggar protokol Iran di Selat Hormuz akan menghadapi pembatasan pelayaran di masa mendatang, mulai dari denda hingga penahanan atau penyitaan,” menurut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Antara.
Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) juga memperingatkan kapal lain yang bekerja sama. Kapal-kapal tersebut akan ikut dimasukkan ke dalam daftar hitam.
Baca juga: Iran Ajukan Tujuh Syarat ke AS untuk Buka Selat Hormuz, Apa Saja?
Perluasan daftar tersebut terjadi saat konflik Iran dengan AS dan Israel belum terselesaikan. Eskalasi konflik telah berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di kawasan.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target-target di Iran. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan serupa.
Situasi sempat mereda setelah Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman. Kesepakatan tersebut dibuat pada pertengahan Juni untuk menghentikan permusuhan.
Namun, penghentian serangan tidak berlangsung lama. Kedua pihak kembali melancarkan serangan setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani.
Selat Hormuz Makin Tegang, Pelayaran Hampir Terhenti
Konflik yang belum terselesaikan membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz makin tertekan. Jalur tersebut merupakan rute utama perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Eskalasi konflik menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti total. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.
Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Rusia Pertanyakan Hukum Internasional
Perluasan daftar kapal menambah tekanan terhadap pelayaran di jalur strategis tersebut. Iran memberikan ancaman pembatasan bagi kapal yang dianggap melanggar protokolnya.
Situasi ini membuat Selat Hormuz semakin tegang di tengah konflik yang belum berakhir. Perkembangan tersebut berpotensi terus memengaruhi aktivitas perdagangan energi melalui kawasan itu. (*)
Editor: Yulian Saputra


