Poin Penting
- Komisaris Lippo Cikarang berubah setelah Charles Rigoux mengundurkan diri dan digantikan Ketut Budi Wijaya.
- RUPSLB menetapkan susunan komisaris dan direksi baru hingga RUPS tahunan 2029.
- Lippo Cikarang mencatat pra penjualan Rp902 miliar pada semester pertama 2026.
Jakarta – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) resmi mengubah susunan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perubahan tersebut terjadi setelah Charles Rigoux mengundurkan diri dari jabatan komisaris perseroan.
RUPSLB berlangsung secara hybrid di Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (11/9). Pemegang saham menerima pengunduran diri Charles dan menyetujui penggantinya.
Ketut Budi Wijaya ditetapkan sebagai komisaris untuk meneruskan sisa masa jabatan Charles Rigoux. Pengangkatan tersebut berlaku sejak RUPSLB ditutup hingga masa jabatan berakhir.
Baca juga: Bos Lippo dan Pakuwon Buka Suara soal Pagar Mal, Ini Penjelasannya
Perseroan menerima surat pengunduran diri Charles pada Jumat (17/7). Keterbukaan informasi terkait pengunduran diri tersebut disampaikan tiga hari kemudian.
RUPSLB kemudian menetapkan kembali komposisi dewan komisaris dan direksi perseroan. Susunan baru berlaku sampai penutupan RUPS tahunan pada 2029.
Didik Junaedi Rachbini tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris Independen. Sementara itu, Hadi Cahyadi dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Ketut Budi Wijaya kini bergabung bersama George Raymond Zage III sebagai komisaris. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan LPCK.
Komisaris Baru Dukung Strategi Pertumbuhan
Manajemen LPCK menyambut susunan kepemimpinan baru dengan optimisme. Pengalaman dan kompetensi jajaran baru dinilai memperkuat tata kelola perusahaan.
Struktur tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan strategi pertumbuhan jangka panjang. Fokus perseroan tetap tertuju pada pengembangan Lippo Cikarang Cosmopolis.
Kawasan tersebut dikembangkan sebagai kawasan terpadu dengan hunian dan area komersial. Pengembangan juga mencakup fasilitas pendukung yang berkelanjutan.
LPCK menyatakan komitmennya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus tersebut dilakukan melalui inovasi dan penguatan kinerja operasional.
Baca juga: Entitas Lippo Group Borong 747,7 Juta Saham NOBU, Gelontorkan Dana Segini
Kinerja LPCK Jadi Modal Kepemimpinan Baru
Perubahan komisaris berlangsung ketika kinerja LPCK menunjukkan pertumbuhan pada semester pertama 2026. Perseroan mencatat nilai pra penjualan sebesar Rp902 miliar.
Capaian tersebut setara 53 persen dari target pra penjualan setahun. Angka itu juga meningkat 14 persen dibandingkan Rp791 miliar sebelumnya.
Pertumbuhan terutama didorong tingginya permintaan terhadap produk residensial. Rumah tapak menyumbang 69 persen dari total pra penjualan.
Pada periode yang sama, LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar. Margin EBITDA meningkat menjadi 20 persen dari sebelumnya 13 persen.
Baca juga: Lippo Cikarang Raih Pendapatan Rp1,2 Triliun
Kinerja tersebut menjadi bagian penting dalam arah kepemimpinan perseroan berikutnya. Dengan susunan komisaris baru, LPCK melanjutkan fokus pada pertumbuhan kawasan.
Perubahan komisaris menandai babak baru pengelolaan LPCK hingga berakhirnya masa jabatan pada 2029. Perseroan tetap mengarahkan strategi pada penguatan operasional dan tata kelola perusahaan. (*)
Editor: Yulian Saputra


