Poin Penting
- Proporsi transaksi wealth management digital OCBC meningkat menjadi 44 persen pada 2025 dari 30 persen pada 2024.
- Transaksi obligasi melalui platform digital OCBC tumbuh 50 persen, sementara volumenya melonjak 89 persen secara tahunan.
- Investor muda menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya penggunaan layanan digital untuk mengelola investasi.
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan kanal digital untuk layanan wealth management sepanjang 2025.
Proporsi transaksi wealth management melalui platform digital OCBC meningkat menjadi 44 persen pada 2025, dari sebelumnya 30 persen pada 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah investor muda yang mengandalkan layanan digital untuk mengelola investasinya.
Selain itu, transaksi obligasi melalui platform digital OCBC juga mencatat pertumbuhan signifikan. Secara tahunan, jumlah transaksi menanjak 50 persen, sedangkan volume transaksi tumbuh 89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: OCBC Catat Pertumbuhan Wealth Management 29 Persen, Didorong Tren Perencanaan Keuangan
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan perubahan perilaku nasabah menjadi salah satu faktor meningkatnya penggunaan layanan digital di segmen wealth management.
“Nasabah saat ini menginginkan pengalaman yang seamless antara kanal digital dan layanan personal. Mereka ingin dapat mengakses informasi, memantau portofolio, dan bertransaksi kapan saja, namun tetap memiliki advisor yang dapat menjadi mitra dalam mengambil keputusan-keputusan finansial yang penting,” kata Parwati dalam keterangannya, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, transformasi digital tidak menghilangkan peran penasihat keuangan, melainkan memperkuat kualitas layanan kepada nasabah.
“Di OCBC, kami melihat masa depan wealth management adalah menggabungkan best of both worlds yakni kemudahan digital dengan trusted human advice. Fokus kami adalah membantu lebih banyak masyarakat Indonesia membangun, melindungi, dan mewariskan kekayaannya melalui solusi yang mudah diakses, relevan, dan disesuaikan dengan tujuan finansial di setiap tahap kehidupan,” ujarnya.
Baca juga: OCBC: Strategi Portofolio Jadi Kunci Wealth Management
Investor Muda Dorong Digitalisasi Wealth Management
Peningkatan transaksi digital juga sejalan dengan perubahan profil investor di Indonesia. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sekitar 54% investor pasar modal hingga akhir 2025 berusia di bawah 30 tahun.
Kelompok investor muda tersebut dinilai semakin akrab dengan teknologi dan terbiasa mengakses informasi investasi secara cepat. Mereka juga cenderung menginginkan proses investasi yang praktis, transparan, dan tetap didukung konsultasi profesional ketika mengambil keputusan finansial.
OCBC melihat tren tersebut mendorong perubahan layanan wealth management menjadi lebih terintegrasi. (*)
Editor: Yulian Saputra


