Poin Penting
- Bank INA dan INDODAX berkolaborasi melalui Indodax Savings by Binadigital untuk memperluas akses layanan perbankan digital bagi investor kripto
- Jumlah konsumen kripto mencapai 22,69 juta per Juni 2026, dengan total transaksi semester I 2026 mencapai Rp150,60 triliun
- Integrasi layanan perbankan dan kripto diharapkan memudahkan pengguna mengelola tabungan, transaksi, dan investasi aset digital.
Jakarta – Minat masyarakat terhadap investasi aset kripto terus meningkat. Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah konsumen aset kripto per Juni 2026 mencapai 22,69 juta, naik signifikan dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 15,85 juta konsumen.
Pada Juni 2026, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp20,14 triliun. Sementara itu, sepanjang paruh pertama 2026, total transaksi aset kripto telah mencapai Rp150,60 triliun.
Pertumbuhan tersebut mendorong kebutuhan akan integrasi antarpelaku industri keuangan untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan kemudahan bagi investor dalam mengakses layanan keuangan dan bertransaksi.
Menangkap peluang tersebut, PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank INA) berkolaborasi dengan perusahaan pedagang aset kripto PT Indodax Nasional Indonesia (INDODAX) melalui program “Indodax Savings by Binadigital”.
Baca juga: CFX Dorong Industri Kripto Makin Transparan dan Berdaya Saing
Kolaborasi yang diluncurkan dalam ajang Coinfest Asia 2026 ini ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna INDODAX melalui akses terhadap layanan perbankan resmi Bank INA, yakni Binadigital.
Wakil Direktur Utama Bank INA Yulius Purnama Junaedi menyampaikan, kolaborasi strategis tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas jangkauan layanan perbankan digital yang inklusif. Bank INA juga terus mendorong inovasi untuk menghadirkan layanan finansial yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya sinergi ini akan memberikan kenyamanan, keamanan, serta kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola tabungan perbankan dan investasi digital secara berdampingan,” tegas Yulius dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Sementara, Bobby Pranoto Head of Corporate Partnership Bank INA menambahkan, melalui Indodax Savings by Binadigital, pengguna mendapatkan kartu co-branding INDODAX dan Binadigital serta akses registrasi rekening melalui aplikasi Binadigital. Layanan ini memungkinkan pengguna mengelola dana simpanan sekaligus investasi aset digital.
Nasabah INDODAX juga dapat memanfaatkan aplikasi Binadigital untuk melakukan pembayaran, transaksi QRIS, hingga pembayaran tagihan. Selain itu, pengguna berkesempatan memperoleh rewards dan suku bunga berdasarkan saldo maupun transaksi yang dilakukan.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan pengguna INDODAX merasakan kemudahan onboarding yang praktis dan seamless,” terang Bobby.
Baca juga: Hadapi Kejahatan Kripto, Investigasi Blockchain Jadi Kebutuhan Baru Penegak Hukum
Selanjutnya, CEO INDODAX William Sutanto menilai kerja sama tersebut memberikan nilai tambah bagi pengguna INDODAX. Melalui integrasi ini, investor INDODAX dapat terhubung langsung dengan ekosistem Binadigital milik Bank INA.
“Kami berharap, integrasi ini dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses solusi pengelolaan likuiditas dan alokasi dana secara efisien,” jelas William.
Kerja sama Bank INA dan INDODAX diharapkan dapat menghadirkan pengalaman bertransaksi dan menabung yang lebih adaptif, mudah, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat digital. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


