Poin Penting
- Underwriting Tripa pulih pada 2026, dengan rasio klaim turun ke sekitar 40 persen dari hampir 80 persen pada 2025
- Pendapatan Jasa Asuransi hingga Juli 2026 mencapai Rp1,027 triliun, tumbuh 13,9 persen secara tahunan dan melampaui target 111,3 persen
- Kinerja keuangan Tripa semakin solid, ditopang RBC 144,29 persen dan laba setelah pajak Rp71,83 miliar atau 156 persen dari target.
Jakarta – Kinerja underwriting PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) kembali membaik pada 2026 usai menghadapi tekanan klaim tinggi pada 2025. Pemulihan tersebut tercermin dari rasio klaim yang menyusut di kisaran 40 persen.
Direktur Utama Asuransi Tri Pakarta, Koen Yulianto mengungkapkan portofolio bisnis Tripa pada 2026 mulai kembali normal meski perseroan masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, produksi bisnis tetap terjaga dan kinerja underwriting mulai membaik.
“Kalau melihat 2026 ini syukurnya kita sudah agak pulih, agak normal kembali. Dalam artian tantangannya banyak tapi produksinya terjaga,” ujar Koen dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48, di Jakarta, Jumat (21/8).
Ia menjelaskan, pada 2025 silam, kondisi underwriting perusahaan yang dimiliki oleh Yayasan Dana Pensiun Bank Negara Indonesia (BNI) bersama PT Tri Handayani Utama dan PT Asuransi Wahana Tata ini mengalami tekanan signifikan akibat tingginya klaim.
Adapun salah satu pemicunya yakni bencana banjir di wilayah Sumatera dan Aceh yang meningkatkan beban klaim perusahaan.
Baca juga: Klaim Tripa Melonjak di Semester I 2026, Ini Pemicunya
Akibat tingginya klaim tersebut, membuat kinerja underwriting Tripa pada 2025 turun drastis. Namun, kondisi tersebut masih bisa didorong oleh pendapatan investasi.
“Kalau klaim banyak berarti underwriting-nya turun drastis. Jadi kita di tahun 2025 underwriting turun drastis, tapi masih ditopang pendapatan investasi,” jelasnya.
Rasio Klaim Tripa Turun ke Sekitar 40 Persen
Memasuki 2026, Koen membeberkan kondisi underwriting dan hasil investasi Tripa mulai lebih berimbang. Perbaikan terutama terlihat dari rasio klaim yang kembali ke kisaran normal.
“Kalau tahun ini berimbang antara investasi sama hasil underwriting-nya bagus, relatif bagus. Rasio klaim kita rata-rata 40 persen lah kurang lebih,” akunya.
Koen mengatakan tingginya rasio klaim pada tahun lalu memberikan tekanan cukup berat bagi perusahaan. Namun, penurunan rasio klaim pada tahun ini membuat kinerja underwriting Tripa kembali mendekati kondisi sebelum 2025.
“Kalau tahun lalu itu rasio klaim kita sampai mendekati 80-an, kita agak berat menghadapi itu,” ujar dia.
Koen menegaskan perbaikan kinerja Tripa pada 2026 tidak hanya berasal dari pendapatan investasi. Hasil underwriting yang kembali positif dan lebih sehat menjadi salah satu faktor utama pemulihan kinerja perusahaan.
“Kalau tahun ini dikatakan apakah itu hasil underwriting, ya betul. Hasil underwriting kita lumayan bagus, sudah normal kembali seperti periode-periode sebelum tahun 2025,” tandasnya.
Baca juga: Tripa Perkuat Bancassurance untuk Kejar Ekuitas Rp1 Triliun
Kinerja Impresif
Memasuki usia ke-48, TRIPA sendiri mencatatkan perkembangan positif pada kinerja perusahaan. Hingga Juli 2026 berdasarkan standar PSAK 117, Pendapatan Jasa Asuransi mencapai Rp1,027 triliun, meningkat sekitar 13,9 persen dibandingkan periode Januari–Juli 2025 sebesar Rp902,32 miliar.
Capaian tersebut juga telah mencapai sekitar 111,3% dari target Januari–Juli 2026 yang ditetapkan sebesar Rp923,56 miliar.
Dari sisi tingkat kesehatan keuangan, Risk Based Capital (RBC) TRIPA tercatat sebesar 144,29 persen pada Juli 2026, meningkat dibandingkan posisi Januari–Juli 2025 sebesar 142,03 persen, sekaligus berada di atas target perusahaan sebesar 132,23 persen.
Kinerja positif juga tercermin dari sejumlah indikator yang berhasil melampaui target Januari–Juli 2026. Jasa Asuransi Bersih tercatat sebesar Rp147,98 miliar atau sekitar 153,7 persen dari target, hasil bersih mencapai Rp149,24 miliar atau sekitar 124,7 persen dari target, sementara laba setelah pajak mencapai Rp71,83 miliar atau sekitar 156,0 persen dari target periode tersebut.
“Memasuki usia ke-48, kami bersyukur TRIPA dapat terus menjaga momentum pertumbuhan dan mencatatkan kinerja yang positif. Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya mengenai angka, tetapi menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang semakin relevan bagi nasabah,” bebernya. (*)
Editor: Galih Pratama


