Poin Penting
- Program penguatan ekonomi lokal fokus pada budidaya kakao dan durian serta hilirisasi kopi berkelanjutan dengan pendekatan hulu hingga hilir
- Sebanyak 47 petani terpilih mendapat pelatihan intensif dan dukungan sarana produksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas
- Program ditargetkan mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan nilai tambah, dan mentransformasi petani menjadi pelaku agribisnis profesional.
Jakarta – PT Dairi Prima Mineral memperkuat pemberdayaan masyarakat lewat peluncuran program Penguatan Ekonomi Lokal. Program ini difokuskan pada pengembangan budidaya kakao dan durian, serta hilirisasi kopi berkelanjutan.
Inisiatif ini dirancang sebagai program terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi agribisnis unggulan di wilayah Sidikalang dan sekitarnya.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai sentra produksi kopi Robusta berkualitas tinggi, sekaligus memiliki potensi besar pada komoditas kakao dan durian.
Radianto Airfin, Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, menjelaskan bahwa implementasi program dilakukan melalui sinergi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, hingga mitra ahli.
“Sekitar 47 orang telah penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi,” kata Radianto dikutip 26 April 2026.
Baca juga: Garudafood Dorong Kesejahteraan Petani Kacang Tanah di Gorontalo
Sebanyak 47 penerima manfaat tersebut merupakan hasil seleksi dari total 200 peserta program tahun 2025, dengan mempertimbangkan komitmen yang telah ditunjukkan para petani.
“Bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perusahaan memberikan pelatihan intensif mencakup teknik budidaya kopi, kakao, dan durian, hingga pengendalian hama,” tambahnya.
Untuk mendorong produktivitas, perusahaan juga menyalurkan dukungan sarana produksi, seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman.
Program ini mengusung pendekatan end-to-end, dari sektor hulu hingga hilir. Di sisi hulu, fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kualitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Sementara di hilir, program mendorong hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta penguatan akses pasar.
Selain itu, program ini juga menekankan aspek diversifikasi usaha guna memperkuat ketahanan ekonomi petani.
Baca juga: MPMX Jalankan Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo, Dukung Ekonomi Warga
Radianto berharap program ini akan mampu mendorong ekonomi lokal dan memberikan dampak yang positif bagi petani kopi, durian dan kakao. Ini adalah komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.
“Ini juga membuktikan bahwa pertanian dan pertambangan bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Sementara dalam jangka pendek, program ini ditargetkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan rumah tangga petani, serta mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha agribisnis yang lebih profesional. (*)








