Poin Penting
- BEI menetapkan 37 saham masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) seiring revisi metodologi penentuan kriteria saham
- BEI menambahkan kriteria price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun dalam penentuan HSC
- Menurut Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, perubahan metodologi HSC merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan untuk menjaga transaksi yang teratur, wajar, dan efisien.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah mengumumkan sebanyak 37 saham masuk ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Penetapan tersebut dilakukan seiring revisi metodologi penentuan kriteria saham HSC yang diterapkan BEI.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa salah satu kriteria baru yang ditambahkan adalah price impact ratio untuk seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
“Ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kita lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien terus kita hadirkan di BEI,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers, dikutip Selasa, 15 Juli 2026.
Baca juga: BEI Tambah 37 Saham ke Daftar HSC, Total Jadi 51 Emiten
Daftar 37 Saham Kategori HSC
Berdasarkan kriteria tersebut, BEI menetapkan 37 saham masuk dalam kategori HSC karena kepemilikan saham perseroan terkonsentrasi pada sejumlah tertentu pemegang saham.
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) – 99,96 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) – 98,50 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) – 98,06 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) – 95,65 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) – 97,21 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bank Permata Tbk (BNLI) – 99,92 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) – 94,79 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) – 99,95 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) – 92,71 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO) – 99,93 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) – 98,03 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT FAP Agri Tbk (FAPA) – 99,77 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) – 96,70 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) – 99,95 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) – 99,78 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Siantar Top Tbk (STTP) – 94,95 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) – 99,42 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) – 99,24 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bank Mega Tbk (MEGA) – 95,68 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) – 93,83 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) – 99,99 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) – 99,84 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) – 96,64 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) – 99,58 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) – 99,41 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) – 97,02 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) – 95,08 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) – 99,91 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) – 95,00 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) – 97,62 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) – 98,40 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) – 92,98 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) – 98,90 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Golden Flower Tbk (POLU) – 99,94 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) – 99,21 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) – 98,62 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) – 99,14 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. (*)
Editor: Galih Pratama


