Bijak Mengelola Keuangan

Dalam kesempatan yang sama, Financial Planner Fennicia Auliantika menyoroti pentingnya mengelola keuangan secara bijak bagi generasi muda di tengah serbuan fenomena FOMO, YOLO dan FOPO belakangan ini.
“Fenomena-fenomena tersebut banyak terjadi di anak muda akibat media sosial padahal uangnya belum mencukupi,” ujar Fennicia.
Feni, sapaan akrabnya menuturkan, fenomena-fenomena yang disebutkan tersebut akan berdampak pada masa tua akibat menghabiskan uang untuk kebutuhan sesaat seperti nonton konser, membeli gadget baru hingga liburan.
“Nanti kita tidak punya dana pensiun, kita mau sekolahin anak di masa depan juga sulit. Jadi, jangan sampai terjadi ya. Makanya penting untuk mengelola keuangan dengan bijak,” jelasnya.
Dirinya pun berbagi ilmu kepada mahasiswa bagaimana merencanakan keuangan dengan bijak untuk ketengan di masa depan kelak. Setidaknya, ada dua pilar yang harus dilakukan.
Ia menjelaskan, pilar pertama yang harus dilakukan generasi muda yakni dengan menguatkan fondasi keuangan. Pilar ini mencakup arus kas, dana darurat dan utang terkendali.
“Arus kasnya harus positif atau jangan sampai negatif lah intinya. Lalu, menyiapkan dana darurat dengan rincian yakni minimal 3x pengeluaran bulanan untuk yang sudah bekerja. Dan terakhir yakni hutang terkendali. Untuk teman-teman mahasiswa tolong jangan berutang dulu ya,” pintanya.
Lalu, pilar kedua yakni merencanakan investasi sesuai dengan tujuan keuangan, dengan minimal 10 persen dari penghasilan.
“Boleh langsung investasi tapi harus kuat dulu fondasinya. Nah, kalau pilar ini sudah kuat maka harus ditutup dengan proteksi,” terangnya.
Menurutnya, memiliki proteksi penting bagi seseorang sebagai tameng dalam memitigasi berbagai risiko di kehidupan dan benda-benda yang dimiliki.
“Misalnya, kalau suka traveling dan tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan maka harus ada proteksinya yang bisa dari asuransi,” pungkasnya.
Baca juga: Catat! Begini Tips Bijak Mengelola Keuangan bagi Generasi Muda di Tengah Fenomena FOMO
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan ILUNI FIB UI Vicky Rachman berharap, seluruh anak didiknya bisa mengelola keuangan dengan menyisihkan sebagain kecil uang saku yang dimiliki.
“Di kampus ini kita dibiasakan berbudaya yang bersifat positif di antaranya merencanakan keuangan. Mari budayakan merencanakan keuangan agar hidup makin optimal,” tandasnya.
Senada, Dekan FIB Universitas Indonesia atau yang diwakili oleh Manager Keuangan FIB UI, Dr. Dwi Puspitorini, M.Hum menambahkan, kegiatan literasi keuangan memberikan manfaat besar bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa untuk menghindari berbagai risiko keuangan di kemudian hari.
“Kegiatan literasi keuangan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa agar terhindar dari masalah ekonomi karena akan membuat kita menjadi terang benderang dan menjelaskan literasi keuangan kepada kita semua,” pungkasnya. (*)









