Poin Penting
- eSports dilirik sebagai sarana literasi keuangan Gen Z karena inklusi tinggi (89,96 persen) namun literasi masih tertinggal (73,22 persen) menurut OJK
- PT Indo Premier Sekuritas menggelar edukasi finansial di Kapolda Jateng Cup 2026 untuk komunitas eSports dan Gen Z dengan pendekatan dunia gim seperti Mobile Legends: Bang Bang
- Edukasi menekankan pengelolaan risiko, strategi investasi (saham hingga obligasi), serta pemanfaatan AI agar keputusan keuangan Gen Z lebih disiplin dan rasional.
Jakarta – Komunitas eSports mulai dilirik sebagai salah satu sasaran strategis dalam peningkatan literasi keuangan generasi muda. Di tengah pesatnya pertumbuhan investor usia muda, berbagai pihak mencoba mendekati kelompok ini melalui ruang yang akrab dengan keseharian mereka, salah satunya melalui turnamen gim kompetitif.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memanfaatkan penyelenggaraan Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe, Karanganyar, untuk menggelar edukasi finansial bagi komunitas eSports dan kalangan Gen Z. Langkah tersebut didorong oleh tingginya partisipasi anak muda di pasar modal yang belum sepenuhnya diimbangi pemahaman mengenai risiko investasi.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96 persen. Namun, tingkat literasi keuangannya baru berada di angka 73,22 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak anak muda yang telah mengakses produk keuangan, tetapi belum memahami cara mengelola dan mengoptimalkannya secara tepat.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menilai komunitas eSports memiliki sejumlah karakter yang relevan dengan aktivitas investasi, mulai dari kemampuan membaca data, disiplin, hingga mengambil keputusan dalam waktu cepat.
“Komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi,” ujarnya, seperti dikutip, Senin, 22 Juni 2026.
Baca juga: Literasi Keuangan Syariah Tak Cukup Promosi Produk, Ini Strategi BCA Syariah
Menurutnya, pendekatan melalui ekosistem eSports dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau generasi muda yang selama ini lebih dekat dengan teknologi digital. Selain mengenalkan konsep investasi, edukasi juga diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia muda.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, mengatakan pendekatan tersebut dipilih agar literasi keuangan lebih mudah dipahami oleh kalangan muda. Kemampuan digital yang dimiliki generasi muda dapat menjadi modal penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, asalkan diiringi pemahaman mengenai pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan yang rasional.
“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya,” ujar Brigita, seperti dikutip, Senin, 22 Juni 2026.
Dalam sesi edukasi tersebut, sejumlah konsep investasi diperkenalkan melalui analogi yang dekat dengan dunia Mobile Legends. Kemampuan membaca pergerakan lawan dan kondisi permainan disamakan dengan kemampuan memahami tren pasar dan risiko investasi.
Sementara pemilihan instrumen investasi dianalogikan sebagai strategi menyusun build item, di mana setiap instrumen memiliki fungsi dan tingkat risiko yang berbeda sesuai tujuan masing-masing investor.
Saham, ETF, reksa dana, dan obligasi diperkenalkan sebagai bagian dari strategi membangun portofolio yang seimbang. Peserta juga diajak memahami pentingnya mengelola keuangan secara bertahap, mulai dari menyiapkan dana yang mudah diakses hingga membangun aset jangka panjang melalui investasi yang konsisten.
Selain memperluas literasi keuangan, IPOT juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam investasi. Moleonoto menuturkan IPOT tengah memperkuat transformasinya sebagai platform investasi berbasis AI yang mengintegrasikan teknologi, edukasi, dan literasi keuangan.
Menurut dia, sejumlah fitur analisis dan pemantauan pasar berbasis AI yang sebelumnya lebih banyak digunakan investor institusi kini mulai diperkenalkan kepada investor ritel, termasuk kalangan muda.
“Teknologi seharusnya tidak hanya membuat generasi muda menjadi pengguna digital yang aktif, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan keuangan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dapat membantu investor mengurangi pengambilan keputusan yang didorong emosi serta meningkatkan disiplin dalam menjalankan strategi investasi. Di saat yang sama, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas investasi berbasis aplikasi di kalangan generasi muda.
Baca juga: Komisi XI Minta OJK Perkuat Teknologi dan Literasi Keuangan untuk Berantas Pinjol Ilegal
Selain sesi edukasi, peserta juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung mengenai investasi dan pengelolaan keuangan. Berbagai aktivitas interaktif turut diselenggarakan untuk menarik minat pengunjung memahami dasar-dasar investasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kapolda Jateng Cup 2026, turnamen eSports Mobile Legends: Bang Bang yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah sebagai ajang seleksi menuju Kapolri Cup 2026.
Dengan tingkat inklusi keuangan generasi muda yang telah mendekati 90 persen, namun literasi yang masih tertinggal, pendekatan berbasis komunitas seperti eSports dinilai menjadi salah satu cara untuk mempersempit kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan di kalangan Gen Z. (*) Ayu Utami


