Poin Penting
- BPR Kerta Raharja Gemilang memborong tiga penghargaan di The Finance Top 100 BPR 2026
- Kinerja perseroan terus tumbuh dengan tata kelola yang semakin kuat dan layanan yang inklusif
- Laba, kredit, DPK, dan aset meningkat, sementara rasio NPL turun menjadi 2,99 persen.
Yogyakarta – PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong tiga penghargaan dalam ajang The Finance Top 100 BPR 2026 yang diselenggarakan oleh The Finance, yang merupakan bagian Infobank Media Group di Mustika Hotel Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).
Dalam ajang tersebut, BPR Kerta Raharja Gemilang yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang ini berhasil meraih penghargaan sebagai Top 100 BPR 2026 untuk kategori BPR dengan aset di atas Rp100 miliar.
Sementara itu, Direktur Utama BPR Kerta Raharja Gemilang, Ai Suherlan, berhasil masuk dalam jajaran Top 10 CEO. Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemimpin BPR yang berhasil membawa perubahan signifikan di tengah banyak tantangan.
Yang lebih spesial lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masuk dalam jajaran Regional Economic Award for Economic Strengthening and Financial Inclusion dan Bupati Kabupaten Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid dinobatkan sebagai Best Regional Leader The Finance 2026.
Baca juga: Perbarindo Dorong BPR/BPRS Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi BPR Kerta Raharja Gemilang dalam menjaga pertumbuhan bisnis, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat. Serta, apresiasi terhadap peran Pemkab Tangerang dalam mendorong peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan, khususnya BPR Kerta Raharja Gemilang, untuk perekonomian daerah dan peningkatan inklusi di daerah.
Ai Suherlan, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh manajemen BPR Kerta Raharja Gemilang, mulai dari jajaran komisaris, direksi hingga karyawan.
“Penghargaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya kepada Infobanknews.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi pelecut semangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, tata kelola perusahaan yang baik serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.”
Kinerja BPR Kerta Raharja Gemilang Tumbuh Konsisten
Sejalan dengan raihan penghargaan tersebut, kinerja BPR Kerta Raharja Gemilang dalam tiga tahun terakhir (2023-2025) juga menunjukkan tren yang terus meningkat.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih tumbuh positif. Rata-rata pertumbuhan laba bersih selama tiga tahun terakhir mencapai 14,65 persen, dengan nilai laba meningkat dari Rp4,55 miliar pada 2023 menjadi Rp9,13 miliar pada akhir 2025.
Capaian laba bersih tersebut ditopang kinerja intermediasi yang solid. Penyaluran kredit meningkat lebih agresif. Kredit yang disalurkan naik dari Rp489,22 miliar pada 2023 menjadi Rp639,67 miliar pada 2025 atau tumbuh 30,75 persen.
Pertumbuhan kredit didorong oleh produk Multiguna Payroll ASN Kabupaten Tangerang, seiring kepercayaan yang diberikan kepada BPR Kerta Raharja Gemilang untuk mengelola payroll gaji dan tunjangan ASN Kabupaten Tangerang sejak 2022.
Baca juga: Perbarindo Dorong BPR/BPRS Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Di tengah ekspansi kredit, BPR Kerta Raharja Gemilang tetap mampu menjaga kualitas aset. Hal itu tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara konsisten. Rasio NPL turun dari 3,97 persen pada 2023 menjadi 3,38 persen pada 2024 dan kembali membaik menjadi 2,99 persen pada akhir 2025.
Dari sisi funding, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) turut mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga akhir 2025, DPK mencapai Rp185,76 miliar, meningkat 16,07% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp160,05 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK, nilai aset perseroan meningkat dari Rp588,78 miliar pada 2023 menjadi Rp773,23 miliar pada akhir 2025 atau naik sekitar 31,33 persen dalam dua tahun. (*)


