Poin Penting
- BPR Kerta Raharja Gemilang menargetkan aset menembus Rp1 triliun pada 2027. Program jemput tabungan dan tabungan pelajar Rp1.000 menjadi fondasi penghimpunan dana.
- Transformasi digital melalui Gema BPR dipersiapkan untuk memperkuat layanan dan efisiensi operasional.
Jakarta – Dari pasar tradisional hingga layanan digital di telepon genggam, PT BPR Kerta Raharja Gemilang terus bertransformasi. Bank milik Pemerintah Kabupaten Tangerang ini menargetkan aset menembus Rp1 triliun pada 2027. Langkah besar tersebut berawal dari kebiasaan sederhana, yakni menabung Rp1.000 oleh para pelajar.
Sepintas, angka-angka yang dimiliki BPR Kerta Raharja Gemilang terlihat biasa. Bank ini memiliki 6 kantor cabang, 202 karyawan, dan lebih dari 40 ribu nasabah penabung. Namun, keunikannya terletak pada kemitraan dengan 430 sekolah serta layanan jemput tabungan yang dilakukan setiap hari, termasuk tabungan pelajar dengan nominal mulai dari Rp1.000.
Di Kabupaten Tangerang, wilayah yang memadukan kawasan industri, pasar tradisional, dan permukiman padat penduduk, bank milik pemerintah daerah ini membangun loyalitas nasabah dengan cara sederhana, yakni hadir langsung di tengah masyarakat.
Setiap hari kerja, petugas BPR Kerta Raharja Gemilang mendatangi sekolah-sekolah mitra untuk mencatat setoran tabungan siswa. Setelah itu, mereka melanjutkan pelayanan ke pasar-pasar untuk menjemput angsuran harian para pedagang.
Baca juga: Waspadai Deepfake dan Undian Palsu, Bank BPD Bali Perkuat Edukasi Keamanan Nasabah
Pepatah “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” tampaknya tepat menggambarkan hasil program tersebut. Hingga akhir April, total tabungan pelajar telah mencapai Rp23 miliar, yang sebagian besar berasal dari setoran harian rata-rata tidak lebih dari Rp5.000 per siswa.
Digitalisasi jadi Kebutuhan
Di tengah perkembangan teknologi, model layanan konvensional mulai diarahkan ke digitalisasi guna meningkatkan efisiensi operasional dari sisi waktu, tenaga kerja, maupun biaya.
“Mau tidak mau, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan sekaligus keharusan,” ujar Direktur Utama BPR Kerta Raharja Gemilang, Ai Suherlan.
Menurutnya, bank menargetkan aset mencapai lebih dari Rp1 triliun pada 2027. Saat ini, total aset BPR Kerta Raharja Gemilang berada di kisaran Rp770 miliar dengan portofolio kredit sekitar Rp650 miliar. Jumlah nasabah penabung telah melampaui 40 ribu orang, sedangkan jumlah debitur mendekati 10 ribu orang.
“Target aset tahun ini mencapai Rp800 miliar,” katanya.
Baca juga: OJK Restui Merger 57 BPR-BPRS jadi 18 Bank
Sejak 2022, BPR Kerta Raharja Gemilang mulai mengembangkan aplikasi mobile banking bernama Gema BPR. Aplikasi tersebut dikembangkan bersama Telkom Sigma dengan dukungan Bank Permata sebagai mitra transaksi antarbank.
Gema merupakan singkatan dari Gemilang Mobile Application. Nama “Gemilang” sendiri diambil dari visi dan semboyan Kabupaten Tangerang sebagai pemegang saham pengendali bank tersebut.
“Izin dari OJK sudah diperoleh pada 2025, sedangkan izin operasional sistem pembayaran dari Bank Indonesia masih dalam proses,” ujar Ai Suherlan.
Ia menjelaskan bahwa proses tersebut memerlukan pemenuhan berbagai persyaratan teknis dan administratif yang cukup kompleks. Menariknya, seluruh tahapan dilakukan tanpa menggunakan konsultan eksternal.
Audit teknologi informasi independen, kajian hukum kelembagaan, hingga sertifikasi keamanan sistem pembayaran dijalankan secara bertahap.
“Yang memerlukan waktu bukan proses di regulator, melainkan persiapan dari kami sendiri,” katanya.


