Poin Penting
- Delapan kampus lolos ke final Genera-Z Berbakti 2026 dan siap beradu gagasan
- Genera-Z Berbakti 2026 memasuki babak final usai menjaring 260 lebih proposal dari 98 perguruan tinggi
- Adu gagasan delapan finalis Genera-Z Berbakti 2026 resmi dimulai untuk pengembangan desa wisata.
Jakarta – Program Genera-Z Berbakti 2026 yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memasuki babak delapan besar. Sebanyak delapan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terpilih sebagai finalis setelah menyisihkan lebih dari 260 proposal yang berasal dari 98 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Delapan tim finalis berasal dari Universitas Cenderawasih, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, IPB University, Universitas Indonesia, dan BINUS University.
Para finalis akan mempresentasikan gagasan terbaiknya untuk mendapatkan kesempatan menjalankan program pengabdian masyarakat di empat desa wisata binaan Bakti BCA, yakni Desa Wisata Kreatif Terong (Belitung), Desa Wisata Situs Gunung Padang (Cianjur), Desa Wisata Patakbanteng (Wonosobo), dan Desa Wisata Kakaskasen Dua (Tomohon).
Baca juga: BCA Bukukan Laba Rp25,68 Triliun per Mei 2026
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide-ide inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di desa wisata.
“Melalui Genera-Z Berbakti, BCA ingin menjembatani ide kreatif mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat di desa wisata binaan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat mendukung pengembangan desa sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hera dikutip 21 Juni 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, proses penilaian melibatkan tiga panelis, yakni Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, entertainer sekaligus sociopreneur Cinta Laura Kiehl, serta ilmuwan dan wirausaha sosial Tri Mumpuni.
Cinta Laura dan Tri Mumpuni menjadi panelis baru menggantikan Happy Salma dan Prof. Yohanes Surya yang terlibat pada edisi sebelumnya.
Nicholas Saputra menilai kualitas proposal peserta tahun ini mengalami peningkatan. Menurutnya, para finalis mampu mengidentifikasi persoalan di lapangan dengan lebih tajam dan menawarkan solusi yang lebih matang.
“Kami melihat ide-ide mahasiswa semakin tajam. Mereka memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, proposalnya lebih siap, dan kerja sama timnya juga terlihat lebih solid,” kata Nicholas.
Baca juga: U by Prodia Gandeng blu by BCA Digital, Hadirkan Fitur Ini untuk Layanan Kesehatan Digital
Di balik proses seleksi, para finalis juga memiliki cerita tersendiri. Tim Lestari dari Universitas Cenderawasih, misalnya, mengaku menghabiskan waktu hingga larut malam di kampus selama tiga hari berturut-turut untuk menyusun proposal terbaik.
Sementara itu, Tri Febriansah dari tim DESA HIDUP, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, mengaku keikutsertaannya dalam Genera-Z Berbakti membuatnya lebih aktif berkolaborasi dengan rekan-rekan kampus dalam menyusun proposal dan presentasi program. (*)


