Poin Penting
- Indonesia dan India menandatangani MoU pendidikan untuk pengembangan SDM di KEK Singhasari, Malang
- Kerja sama Indonesia-India di KEK Singhasari ditujukan mendorong investasi pendidikan dan teknologi
- MoU pendidikan Indonesia-India diharapkan memperkuat ekosistem inovasi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta – Pemerintah Indonesia dan India resmi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dan Indian Institute of Management Bangalore (IIM Bangalore/IIMB).
Kerja sama tersebut akan diimplementasikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa India merupakan salah satu mitra strategis Indonesia. Hingga 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD23,2 miliar atau sekitar Rp417,79 triliun, dengan ekspor Indonesia ke India mendominasi sebesar USD18,3 miliar atau sekitar Rp329,54 triliun.
Baca juga: Kemenko Perekonomian Klaim Investor Antre Masuk KEK, Potensi Investasi Tembus Rp846 T
“Momentum tersebut berlanjut pada tahun 2026. Tepatnya pada bulan Januari hingga April 2026, total perdagangan antara Indonesia dan India mencapai USD7,9 miliar (Rp142,26 triliun),” imbuhnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua pihak berupaya mendorong investasi di sektor pendidikan dan teknologi dengan memanfaatkan kapabilitas IIM Bangalore sebagai salah satu institusi pendidikan bisnis terkemuka dunia.
KEK Singhasari dipilih sebagai lokasi implementasi kerja sama karena memiliki fokus pada pengembangan ekonomi digital, industri kreatif, serta sektor pariwisata.
“Ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di KEK Indonesia, dari kawasan industri menjadi ekosistem inovasi yang mengintegrasikan investasi, pendidikan, teknologi, penelitian, dan pengembangan talenta untuk nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Susiwijono juga mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 25 KEK di Indonesia yang telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp353,6 triliun. Kawasan tersebut telah menyerap sekitar 260 ribu tenaga kerja serta menarik investasi dari 471 perusahaan.
Menurutnya, kolaborasi Indonesia dan India di bidang pendidikan ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), inovasi, dan daya saing nasional guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
“Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Ambisi ini menuntut investasi yang lebih besar di samping produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang lebih kuat, dan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global,” tegasnya.
Baca juga: ESDM Kebut Penyusunan RUEN 2026-2035, Jadi Acuan Investasi dan Transisi Energi
Susiwijono optimistis kemitraan tersebut akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan SDM Indonesia.
Selain memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, kerja sama ini juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan industri sehingga menciptakan talenta yang lebih kompetitif serta membuka peluang yang lebih besar bagi generasi mendatang.
Penandatanganan MoU turut dihadiri Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso, Chair of Excellence sekaligus Professor IIM Bangalore Jitamitra Desai, serta Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


