Poin Penting
- IHSG terkoreksi 0,56 persen ke level 6.127,38 pada pekan perdagangan 25-29 Mei 2026. Investor asing mencatat net sell Rp8,36 triliun
- Kapitalisasi pasar BEI naik 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun meski IHSG terkoreksi
- Nilai dan volume transaksi BEI meningkat selama pekan perdagangan yang hanya berlangsung tiga hari.
Jakarta – Perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pekan yang berlangsung tiga hari, yakni 25, 26, dan 29 Mei 2026, ditutup dengan kinerja yang beragam. Di tengah tekanan jual investor asing, sejumlah indikator perdagangan justru menunjukkan peningkatan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,56 persen dan ditutup di level 6.127,38 pada akhir pekan, dibandingkan posisi 6.162,04 pada pekan sebelumnya.
Baca juga: FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia, Ini Daftarnya
Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp8,36 triliun. Tiga saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,95 triliun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp1,93 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencapai Rp1,61 triliun.
Meski IHSG melemah, kapitalisasi pasar BEI justru meningkat 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun, dari Rp10.635 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan aktivitas perdagangan menunjukkan perbaikan, terutama dari sisi nilai transaksi.
“Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun dari Rp21,77 triliun pada pekan sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 31 Mei 2026.
Baca juga: RMK Energy Bakal Stock Split Saham 1:5, Cek Jadwalnya
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat 15,68 persen menjadi 1,54 juta kali transaksi dari 1,33 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI naik 2,53 persen menjadi 36,67 miliar saham, dibandingkan 35,76 miliar saham pada pekan sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama


