Poin Penting
- IHSG sesi I merosot 2,73 persen ke level 5.835,11 setelah berbalik ke zona merah, dipicu pelemahan bursa Asia dan aksi ambil untung (profit taking)
- Tekanan jual mendominasi pasar, dengan 593 saham melemah, 91 menguat, dan nilai transaksi mencapai Rp6,39 triliun
- Sentimen global membebani IHSG, seiring pelemahan bursa Asia, di mana Nikkei 225 turun 4,85 persen, Shanghai Composite melemah 2,07 persen, dan Hang Seng terkoreksi 1,96 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (26/6) ditutup berbalik arah pada zona merah ke level 5.835,11 atau terkoreksi 2,73 persen dari posisi 5.999,03.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut pelemahan IHSG dipicu oleh Bursa Asia yang melemah, serta aksi ambil untung atau profit taking.
“Kejatuhan bursa Asia dan aksi profit taking membuat IHSG longsor 2,73 persen ke level 5.835,” tulis analis Mirae Asset di Jakarta, 26 Juni 2026.
Baca juga: Di Tengah Volatilitas Pasar Saham, Bagaimana Kinerja Produk Unit Link?
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 11,70 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 933 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,39 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 593 saham terkoreksi, 91 saham menguat dan 123 saham tetap tidak berubah.
Lebih lanjut, seluruh sektor terpantau bergerak merosot, dengan sektor bahan baku -5,36 persen, sektor industrial -5,31 persen, sektor infrastruktur -4,04 persen, sektor energi -3,23 persen, sektor transportasi dan sektor siklikal -3,20 persen.
Baca juga: Direktur REAL Borong 2 Juta Saham, Sinyal Bullish bagi Investor?
Selainjutnya, sektor teknologi -2,63 persen, sektor properti -2,26 persen, sektor non-siklikal -1,72 persen, sektor kesehatan -1,65 persen, dan sektor keuangan -1,17 persen.
Adapun dari global, indeks-indeks bursa Asia juga kompak melemah dengan Shanghai Composite Index Shanghai turun 2,07 persen, Nikkei 225 Index Tokyo merosot 4,85 persen, dan Hang Seng Index melemah 1,96 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


