Poin Penting
- IHSG sesi I ditutup turun 1,14 persen ke level 6.890,27.
- Tekanan jual dipicu sikap wait and see jelang rebalancing MSCI Indonesia.
- Rencana windfall tax dan bea keluar nikel-batu bara turut membebani pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan sesi I, Senin (11/5). IHSG ditutup turun 1,14 persen ke level 6.890,27 dari posisi sebelumnya 6.969,39.
Manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan IHSG itu dipicu tekanan jual seiring sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang rebalancing MSCI Indonesia.
Selain itu, pasar juga mencermati rencana pemerintah mengenakan windfall tax atas keuntungan sektor pertambangan nikel serta penerapan bea keluar untuk komoditas nikel dan batu bara.
“Tentunya ini akan membebani pelaku usaha berdampak tekanan pada margin laba di saat beban operasional di tengah situasi fluktuatif harga global,” katanya dalam Day Break Review di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Baca juga: IHSG Awal Pekan Kembali Dibuka Turun Tipis ke Level 6.962
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 24,17 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 1,69 juta kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,44 triliun.
Pada sesi I, sebanyak 439 saham terkoreksi, 236 saham menguat, dan 138 saham bergerak stagnan.
Mayoritas Sektor Bergerak Melemah
Lalu, hampir seluruh sektor berada di zona merah. Sektor transportasi mencatata penurunan terdalam sebesar 3,58 persen, diikuti sektor energi yang turun 2,51 persen.
Selain itu, sektor keuangan melemah 1,61 persen, sektor industrial turun 1,53 persen, dan sektor bahan baku terkoreksi 1,22 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Bergerak di Rentang 6.850-7.100 Pekan Ini, Berikut Sentimennya
Sektor properti juga turun 0,66 persen, sektor non-siklikal melemah 0,62 persen, sektor teknologi turun 0,44 persen, dan sektor siklikal terkoreksi 0,15 persen.
Sementara itu, hanya sektor sektor infrastruktur dan kesehatan yang masih menguat masing-masing sebesar 1,43 persen dan 1,11 persen.
Bursa Asia Mayoritas Ikut Melemah
Pergerakan bursa Asia juga mayoritas berada di zona merah. Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,38 persen dan Hang Seng Index melemah 0,34 persen.
Sedangkan, Shanghai Composite Index masih mampu menguat 0,59 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


