Poin Penting:
- Sebanyak 657 rumah terendam dan 2.985 warga terdampak akibat banjir di Kendari.
- Banjir tersebar di 15 titik lokasi dengan dampak terparah di Kelurahan Kambu dan Lepo-Lepo.
- Selain permukiman, banjir di Kendari juga merendam 50 hektare sawah dan menyebabkan sejumlah rumah rusak akibat longsor.
Jakarta – Banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali melanda sejumlah wilayah dan menyebabkan ribuan warga terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari melaporkan sebanyak 657 unit rumah terendam dan sekitar 2.985 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan bahwa ratusan rumah yang terendam tersebar di sejumlah titik. Data sementara menunjukkan terdapat 15 lokasi yang terdampak banjir. Ia menegaskan, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan dampak di lapangan.
“Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,” kata Cornelius Padang, dikutip Antara, Senin (11/5/2025).
Dampak terparah terjadi di beberapa permukiman warga, terutama di wilayah dengan intensitas genangan tinggi. BPBD mencatat bahwa luapan air di sejumlah titik memicu kerusakan rumah dan gangguan aktivitas masyarakat di berbagai kecamatan.
Baca juga: Banjir Jakarta Rendam 61 RT dan 6 Ruas Jalan, Ini Lokasinya
Dampak Terparah di Sejumlah Kelurahan
Di Kelurahan Kambu, banjir di Kendari merendam 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah. Sementara itu, di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sebanyak 153 unit rumah yang tersebar di lima RT ikut terendam akibat luapan air Sungai Wanggu.
“Sementara di Kelurahan Baruga terdapat 23 unit rumah yang terendam banjir di wilayah RT 7, RT 8, dan RT 19,” sebut Cornelius Padang.
Di Kelurahan Poasia, 109 rumah di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru terdampak. Selain itu, di Kelurahan Wua-Wua, puluhan rumah di sembilan RT terendam, termasuk 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi dan Lorong Veteran.
Sebaran Wilayah Terdampak dan Kerusakan Tambahan
Bencana banjir di Kendari juga meluas ke Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli. Selain permukiman, lahan pertanian sawah seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga turut terdampak. Sejumlah ruas jalan di Kota Kendari juga mengalami kerusakan akibat genangan air.
Cornelius menambahkan, terdapat pula dampak longsor yang menyebabkan kerusakan rumah warga. Enam rumah di Anduonohu dan satu unit di Kecamatan Kendari Barat dilaporkan rusak karena tertimpa tanah longsor.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan guna mendukung langkah mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah.
Baca juga: Pasca Dilanda Banjir, Kinerja Bank Aceh Tetap Moncer di Kuartal I 2026
Imbauan dan Langkah Antisipasi
BPBD Kota Kendari menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu banjir susulan. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah terdampak guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.985 jiwa dan 657 rumah terendam, penanganan banjir di Kendari menjadi prioritas untuk meminimalkan dampak lanjutan serta mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. (*)
Editor: Yulian Saputra


