P:oin Penting
- Bank Jago mengangkat Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan periode 2026-2029.
- Nicholas diharapkan memperkuat bisnis ritel dan kepemimpinan Bank Jago di industri digital.
- Bank Jago mencatat laba bersih Rp86 miliar pada kuartal I-2026, naik 42 persen secara tahunan.
Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) resmi mengangkat Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan 2026-2029 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.
Pengangkatan tersebut akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris mengatakan, penunjukan Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan untuk memperkuat kepemimpinan bank digital yang bermitra strategis dengan Gojek (melalui GoPay) ini di industri perbankan digital nasional.
Menurutnya, Nicholas akan berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis ritel Bank Jago ke tahap berikutnya.
“Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional,” jelas Arief, dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Baca juga: Adopsi Fitur Kantong Jago App Makin Meningkat, Ini Buktinya
Nicholas diketahui merupakan lulusan Brown University, AS, dan meraih gelar doktor dari University of Cambridge.
Ia memulai karier di industri teknologi finansial bersama OneConnect Financial Technology pada periode 2018-2021 setelah sebelumnya bekerja di perusahaan startup dan konsultan bisnis.
Nicholas kemudian bergabung dengan Bank Jago pada Januari 2025 sebagai Head of Retail Banking Business.
Baca juga: Aplikasi Jago Luncurkan Fitur Analisis Pengeluaran Berbasis Machine Learning
Susunan Direksi Bank Jago 2026-2029
RUPST juga menetapkan susunan direksi Bank Jago periode 2026-2029 sebagai berikut:
- Direktur Utama : Arief Harris
- Direktur Kepatuhan : Tjit Siat Fun
- Direktur : Sonny C. Joseph
- Direktur : Umakanth Rama Pai
- Direktur : Supranoto Prajogo
- Direktur : Nicholas Tan
Kinerja Bank Jago
PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026, didorong oleh pertumbuhan nasabah dan penguatan ekosistem digital.
Hingga akhir kuartal I-2026, Bank Jago melayani 19,4 juta nasabah, termasuk 15,2 juta pengguna Aplikasi Jago. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan nasabah, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 23 persen secara tahunan menjadi Rp26,4 triliun dari Rp21,4 triliun.
Komposisi DPK didominasi dana murah (CASA) sebesar 53 persen atau Rp13,9 triliun, sementara deposito mencapai 47 persen atau Rp12,5 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kinerja Bank Jago sebesar 24 persen yoy menjadi Rp25,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,3 triliun.
Baca juga: Jurus Bank Jago Dorong Perempuan Bicara Keuangan pada Peringatan Hari Ibu
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, Bank Jago tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang terjaga di level 0,8 persen, lebih rendah dari rata-rata industri.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih setelah pajak tercatat Rp86 miliar atau naik 42 persen dibandingkan Rp60 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Total aset juga meningkat 22 persen menjadi Rp39,5 triliun dari Rp32,5 triliun.
Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 29,9 persen dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 95 persen, mencerminkan likuiditas dan permodalan yang solid. (*)
Editor: Yulian Saputra


