Poin Penting
- BEI mencatat mayoritas indikator perdagangan menguat pada pekan 20–24 Juli 2026, dengan IHSG naik 0,34 persen ke level 6.196,43
- Kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,13 persen menjadi Rp10.870 triliun, sementara rata-rata volume transaksi harian melonjak 66,88 persen
- Investor asing membukukan jual bersih Rp1,36 triliun pada 24 Juli, sehingga net sell sepanjang 2026 mencapai Rp79,09 triliun.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas indikator perdagangan saham bergerak positif sepanjang periode 20–24 Juli 2026. Penguatan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi harian.
IHSG selama sepekan ditutup menguat 0,34 persen ke level 6.196,43, dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level 6.175,53.
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI turut naik 1,13 persen menjadi Rp10.870 triliun, dari Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Investor RI Makin Minati Tokenisasi Aset Berbasis Saham AS, Ini Buktinya
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa peningkatan paling signifikan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian.
“Peningkatan tertinggi dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI, yaitu sebesar 66,88 persen menjadi 43,68 miliar lembar saham dari 26,17 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 26 Juli 2026.
Selain volume transaksi, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga meningkat 41,21 persen menjadi Rp19,76 triliun, dari Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Investor Global Kembali Borong Saham RI, Valuasi Murah Jadi Magnet
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 14,4 persen menjadi 2,67 juta kali transaksi, dibandingkan 2,33 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas investor asing, pada perdagangan Jumat (24/7) tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,36 triliun.
Dengan demikian, secara year-to-date (YTD) hingga 24 Juli 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp79,09 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


