Poin Penting
- Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.301,76 akibat rebalancing MSCI dan profit taking
- Seluruh sektor melemah, dengan bahan baku turun paling dalam 2,93 persen
- Sementara rupiah menguat tipis 0,03 persen ke Rp17.870 per USD dengan transaksi Rp13,62 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 13 Agustus 2026 ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 6.301,76 atau merosot 1,13 persen dari level 6.373,84.
Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027 pada esok hari (14/8), serta aksi profit taking.
Namun, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 0,03 persen di level Rp17.870 per USD.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 452 saham terkoreksi, 175 saham menguat, dan 164 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: MSCI Hapus Saham RI, Bagaimana Nasib Rupiah dan Aliran Modal Asing?
Sebanyak 28,40 miliar saham diperdagangkan dengan 1,92 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp13,62 triliun.
Seluruh indeks dalam negeri juga terpantau melemah. Rinciannya, LQ45 turun 1,05 persen ke 627,16, IDX30 -0,96 persen jadi 350,94, Sri-Kehati -0,41 persen ke 306,33, dan JII -1,86 persen menjadi 376,36.
Tidak hanya itu, seluruh sektor juga mengalami pergerakan yang negatif. Sektor bahan baku terpantau merosot 2,93 persen, sektor energi -2,32 persen, sektor industrial -2,30 persen, sektor siklikal -1,59 persen, sektor transportasi -1,33 persen, dan sektor teknologi -1,20 persen.
Selanjutnya, sektor non-siklikal -1,05 persen, sektor kesehatan -0,93 persen, sektor infrastruktur -0,88 persen, sektor properti -0,30 persen, dan sektor keuangan -0,21 persen.
Baca juga: BEI Kantongi Calon Investor yang Minat Genggam Saham Bursa
Saham Top Gainers dan Losers
Sementara dalam perdagangan hari ini, ada sejumlah saham masuk jajaran top gainers, di antaranya adalah PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), dan PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO).
Sedangkan saham top losers, yakni PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). (*)
Editor: Galih Pratama


