Poin Penting
- IHSG ditutup melesat 2,34 persen ke level 7.675,95 dengan dominasi penguatan saham, ditopang nilai transaksi besar Rp24,76 triliun dan volume 53,04 miliar saham
- Seluruh indeks utama menguat, termasuk LQ45 (+2,41 persen), IDX30 (+1,77 persen), Sri-Kehati (+1,63 persen), dan JII (+1,71 persen)
- Mayoritas sektor hijau, dipimpin infrastruktur (+5,62 persen) dan industrial (+4,47 persen), sementara hanya sektor siklikal (-0,95 persen) dan teknologi (-0,37 persen) yang melemah.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 14 April 2026 ditutup melesat 2,34 persen ke posisi 7.675,95 dari level 7.500,18.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 151 saham terkoreksi, 548 saham menguat, dan 119 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 53,04 miliar saham diperdagangkan dengan 3,10 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp24,76 triliun.
Lalu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak naik, dengan IDX30 meningkat 1,77 persen jadi 406,11, Sri-Kehati menguat 1,63 persen ke 351,52, LQ45 naik 2,41 persen ke 764,32, dan JII menguat 1,71 persen menjadi 531,07.
Baca juga: Kinerja 2025 Moncer, ASLC Umumkan Mau Buyback Saham
Kemudian, mayorits sektor terpantau bergerak menguat. Rinciannya, sektor infrastruktur meningkat 5,62 persen, sektor industrial naik 4,47 persen, sektor energi menguat 3,68 persen, sektor bahan baku meningkat 3,55 persen, dan sektor transportasi naik 3,20 persen.
Selanjutnya, sektor properti menguat 1,88 persen, sektor non-siklikal meningkat 1,50 persen, sektor keuangan naik 1,12 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,24 persen.
Sementara itu, dua sektor sisanya terpantau melemah, yakni sektor siklikal turun 0,95 persen dan sektor teknologi merosot 0,37 persen.
Baca juga: Pasar Saham Bergejolak, Bagaimana Dampaknya ke Produk Unitlink?
Saham Top Gainers dan Lossers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Sedangkan saham top losers adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (*)
Editor: Galih Pratama







