Poin Penting
- Menkeu Purbaya temui investor AS untuk menjelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal RI.
- Investor tertarik, namun ingin memastikan isu fiskal dan outlook lembaga pemeringkat.
- Pemerintah fokus menjaga pertumbuhan ekonomi dan konsistensi kebijakan untuk menarik investasi.
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor dengan menggelar pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Purbaya memaparkan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal Indonesia kepada sejumlah investor raksasa AS. Ia menyebut, sebagian investor menyatakan minat untuk berinvestasi di Indonesia.
“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar. Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Selasa, 14 April 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Ekonomi RI Jauh dari Krisis, Ini Buktinya
Bendahara negara ini menjelaskan, investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang, hanya saja mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.
“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar. Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” kata Purbaya.
Purbaya juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS mengingat fondasi makro ekonomi RI dianggap sudah sangat baik.
“Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tandasnya.
Strategi Jaga Kepercayaan Investor
Purbaya juga membeberkan sejumlah strategi agar investor yakin untuk berinvestasi di Indonesia. Di antaranya memastikan agar ekonomi domestik harus terus tumbuh sesuai dengan target di APBN, serta fokus mengimplementasikan kebijakan yang sesuai dengan desain awal.
“Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” imbuhnya.
“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” tambahnya.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Investor Terus Cermati Gencatan Senjata Konflik AS-Iran
Adapun sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management. (*)
Editor: Yulian Saputra







