Poin Penting
- IHSG hari ini ditutup menguat 1,68 persen ke level 6.501,58, dengan nilai transaksi Rp15,80 triliun dan 452 saham ditutup naik
- Seluruh 11 sektor kompak menguat, dipimpin sektor bahan baku yang naik 3,46 persen
- KIJA, JARR, dan BWPT menjadi top gainers, sementara BINA, BALI, dan PORT mencatat penurunan terbesar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 20 Agustus 2026 ditutup melesat 1,68 persen dari level 6.394,12 ke 6.501,58.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 190 saham terkoreksi, 452 saham menguat, dan 150 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 78,69 miliar saham diperdagangkan dengan 2,28 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp15,80 triliun.
Penguatan juga terjadi pada seluruh indeks utama domestik. Rinciannya, LQ45 naik 1,80 persen ke 638,74, IDX30 menguat 1,52 persen menjadi 356,26, Sri-Kehati meningkat 1,41 persen ke 310,42, sedangkan JII melonjak 2,45 persen menjadi 390,27.
Baca juga: BEI Mau Ubah Batas Harga Minimum Saham jadi Rp1
Dari sisi sektoral, sebanyak 11 sektor saham kompak menguat. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 3,46 persen, diikuti sektor siklikal 2,16 persen dan sektor industrial 2,15 persen.
Selanjutnya, sektor non-siklikal naik 1,98 persen, sektor keuangan 1,49 persen, sektor teknologi 1,44 persen, sektor energi 1,26 persen, sektor properti 1,21 persen, sektor kesehatan 0,98 persen, sektor transportasi 0,64 persen, dan sektor infrastruktur 0,17 persen.
Baca juga: Prodia Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham
Saham Top Gainers dan Losers
Sejumlah saham mencatatkan penguatan tertinggi (top gainers), di antaranya PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) antara lain PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT).
Adapun tiga saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang sesi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). (*)
Editor: Galih Pratama


