Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,17 persen ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7/2026).
- Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp12,15 triliun dengan volume 27,75 miliar saham.
- Sebagian besar sektor melemah, dengan sektor infrastruktur terkoreksi paling dalam sebesar 1,25 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (27/7/2026) ditutup bertahan melemah ke posisi 6.185,78 atau menurun 0,17 persen dari level 6.196,43.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 341 saham terkoreksi, 307 saham menguat, dan 147 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 27,75 miliar saham diperdagangkan dengan 1,81 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp12,15 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri terpantau melemah, dengan LQ45 turun 0,36 persen ke 612,56, IDX30 merosot 0,32 persen jadi 344,88, Sri-Kehati melemah 0,14 persen ke 299,55, dan JII turun 0,58 persen menjadi 369,76.
Baca juga: IHSG Melemah di Sesi I, Saham Big Banks Kompak Terkoreksi
Tak hanya itu, mayoritas sektor ikut mengalami pergerakan yang negatif, dengan sektor infrastruktur turun 1,25 persen, sektor properti melemah 0,82 persen, sektor kesehatan merosot 0,60 persen, dan sektor energi turun 0,48 persen.
Selain itu, sektor bahan baku melemah 0,40 persen, sektor non-siklikal merosot 0,39 persen, sektor siklikal turun 0,08 persen, dan sektor transportasi melemah 0,02 persen.
Sedangkan sektor sisanya masih mampu menghijau, di antaranya, sektor industrial naik 0,68 persen, sektor keuangan menguat 0,43 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,31 persen.
Baca juga: Efek Perry Warjiyo, IHSG Diproyeksi Bergerak di Rentang 6.060-6.300
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES).
Sedangkan saham top losers adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT FKS Multi Agro Tbk (FISH).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). (*)
Editor: Yulian Saputra


