Poin Penting
- Indek Harga Saham Gabungna (IHSG) ambles 4,11 persen ke 5.941,06 pada penutupan perdagangan 3 Juni 2026
- Sebanyak 692 saham melemah dan seluruh sektor berakhir di zona merah
- Saham MSIN, DSSA, dan KPIG memimpin penguatan, sementara TPIA, AMMN, dan RMKE menjadi top losers.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 3 Juni 2026 ditutup bertahan pada zona merah pada posisi 5.941,06 atau ambles 4,11 persen dari level 6.195,42.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 692 saham terkoreksi, 69 saham menguat, dan 54 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 40,17 miliar saham diperdagangkan dengan 2,76 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp25,25 triliun.
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak terkoreksi. Rinciannya, LQ45 -4,89 persen ke 588,99, IDX30 -4,50 persen jadi 333,84, Sri-Kehati -3,98 persen ke 289,80, dan JII -6,09 persen menjadi 354,44.
Baca juga: Hartadinata Abadi Tebar Dividen Rp40 per Saham
Tak hanya itu, seluruh sektor juga terpantau mengalami pelemahan, dengan sektor bahan baku ambles 9,05 persen, sektor energi -5,61 persen, sektor infrastruktur -5,05 persen, sektor kesehatan -4,36 persen, sektor transportasi -4,15 persen, dan sektor non-siklikal -3,99 persen.
Selanjutnya, sektor industrial -3,54 persen, sektor properti -3,48 persen, sektor siklikal -3,23 persen, sektor teknologi -2,93 persen, dan sektor keuangan -1,76 persen.
Baca juga: FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia, Ini Daftarnya
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).
Sedangkan saham top losers adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). (*)
Editor: Galih Pratama


