Poin Penting
- IHSG ditutup turun 3,54 persen ke 6.094,94 dan telah terkoreksi 29,51 persen secara ytd
- Sebanyak 663 saham melemah dengan nilai transaksi Rp18,29 triliun, dipimpin sektor energi yang turun 6,91 persen
- Saham UNIC, BBSI, dan SSIA jadi top gainers, sementara BUKK, ENRG, dan RAJA masuk top losers.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke posisi 6.094,94 atau merosot 3,54 persen dari level 6.318,50.
Koreksi tersebut memperdalam penurunan IHSG sepanjang tahun berjalan. Secara year-to-date (ytd), IHSG telah terkoreksi sekitar 29,51 persen dari level tertingginya di 9.174,47 pada 2026.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 663 saham terkoreksi, 88 saham menguat, dan 69 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 35,65 miliar saham diperdagangkan dengan 2,14 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp18,29 triliun.
Baca juga: BEI Catat Jumlah Saham Syariah Melonjak 184 Persen, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga masih bergerak melemah. Rinciannya, LQ45 -2,26 persen ke 616,40, IDX30 -2,22 persen jadi 352,10, JII -5,27 persen menjadi 380,79, dan Sri-Kehati -1,85 persen ke 311,26.
Lalu, seluruh sektor turut mengalami koreksi, dengan sektor energi -6,91 persen, sektor bahan baku -6,53 persen, sektor siklikal -6,05 persen, sektor infrastruktur -5,58 persen, sektor industrial -5,37 persen, dan sektor transportasi -4,92 persen.
Selanjutnya, sektor properti -3,89 persen, sektor kesehatan -1,65 persen, sektor non-siklikal -1,44 persen, sektor teknologi -1,38 persen, dan sektor keuangan -1,22 persen.
Baca juga: Kenaikan BI Rate Tekan IHSG, Saham Bank Jumbo Tetap Defensif
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC), PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Galih Pratama


