Poin Penting
- Bank MAS membukukan laba bersih Rp205,13 miliar sepanjang 2025.
- Perseroan memutuskan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat modal dan ekspansi digital.
- Kredit digital melonjak 116,86 persen dan transaksi digital tumbuh 61,63 persen sepanjang tahun lalu.
Jakarta – PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) membukukan laba bersih sebesar Rp205,13 miliar sepanjang tahun buku 2025. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, perseroan memilih memperkuat modal guna mendukung ekspansi dan pengembangan layanan digital.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih 2025 dengan tidak membagikan dividen. Sebesar Rp203,13 miliar dari laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
“Sisa Laba Bersih tahun buku 2025 yang tidak ditentukan penggunaannya, yaitu sejumlah Rp203.129.328.597,00 (dua ratus tiga miliar seratus dua puluh sembilan juta tiga ratus dua puluh delapan ribu lima ratus sembilan puluh tujuh rupiah) dibukukan sebagai ‘laba ditahan’ Perseroan untuk penguatan modal Perseroan guna menunjang pertumbuhan ke depan,” demikian siaran pers mengenai hasil RUPST 2026 Bank MAS, yang diterima Infobanknews, Kamis, 21 Mei 2026.
Sementara itu, sebesar Rp2 miliar disisihkan sebagai dana cadangan wajib perseroan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
“Sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) disisihkan sebagai dana cadangan wajib Perseroan untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-undang Perseroan Terbatas, dan Pasal 25 ayat (1) dan ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan, sehingga total dana cadangan wajib Perseroan akan menjadi sebesar Rp26.000.000.000,00 (dua puluh enam miliar rupiah),” sambungnya.
Baca juga: RUPST Bank Jatim Tebar Dividen Rp850 M, Andry Wicaksono jadi Direktur Manajemen Risiko
Keputusan menahan laba dilakukan di tengah strategi Bank MAS mempercepat transformasi digital dan memperluas jaringan bisnis.
Sepanjang 2025, Bank MAS mencatat pertumbuhan aset sebesar 14,59 persen menjadi Rp33,10 triliun, dari sebelumnya Rp28,89 triliun pada 2024.
Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 16,40 persen dari Rp24,55 triliun pada 2024 menjadi Rp28,58 triliun pada 2025.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 15,34 persen menjadi Rp13,82 triliun, meski industri perbankan nasional menghadapi perlambatan pertumbuhan kredit.
Yang paling mencolok, kredit digital Bank MAS melonjak 116,86 persen menjadi Rp1,13 triliun pada 2025 dari Rp520,79 miliar pada tahun sebelumnya.
Transaksi Digital Melonjak
Transformasi digital juga tecermin dari peningkatan transaksi melalui kanal digital perseroan.
Sepanjang 2025, transaksi digital Bank MAS mencapai 28,78 juta transaksi atau naik 61,63 persen dibanding 17,81 juta transaksi pada 2024.
Transaksi tersebut mencakup layanan ATM/EDC, internet banking, mobile banking, hingga merchant QRIS.
Baca juga: Anak Muda Makin Aktif Bertransaksi Digital, 2 Hal Ini jadi Sorotan
Selain memperkuat layanan digital, Bank MAS juga meluncurkan layanan MAS Prioritas untuk nasabah premium.
Melalui layanan tersebut, nasabah memperoleh akses personal banker hingga fasilitas safe deposit box (SDB) dan airport lounge tertentu secara gratis.
Ekspansi Cabang Tetap Berjalan
Meski agresif mendorong digitalisasi, Bank MAS tetap melanjutkan ekspansi jaringan kantor secara hybrid.
Sepanjang 2025, perseroan membuka tiga kantor cabang baru di Cirebon, Gading Serpong, dan Tulungagung.
Hingga akhir 2025, Bank MAS telah memiliki 46 kantor cabang operasional yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, hingga perubahan opsi pemulihan indikator permodalan dalam Laporan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) perseroan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)


