Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways pada rentang 6.450-6.580.
- Sentimen domestik berasal dari perkembangan RUU Perampasan Aset dan penetapan Gubernur BI terpilih.
- Danantara mengalokasikan 1 miliar dolar AS kepada Partners Group untuk investasi di sektor private credit.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (28/8) secara teknikal akan bergerak sideways pada rentang 6.450-6.580.
“Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.580, menjelang akhir pekan dan pidato Chairman the Fed di simposium Jackson Hole (28/8),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Untuk diketahui, IHSG ditutup menguat di level 6.521,75 atau naik 1,81 persen pada perdagangan kemarin (25/8). Menurunnya risiko politik dan keamanan dalam negeri direspons positif oleh para pelaku pasar, setelah selama beberapa hari terakhir pasar cenderung tertekan mengantisipasi kondisi keamanan di dalam negeri.
Baca juga: Aksi Demo Berakhir Damai, IHSG Ditutup Melesat Hampir 2 Persen
Sentimen dari domestik, DPR menargetkan pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi UU paling lambat 15 Desember 2026. Selain itu, Komisi XI DPR RI juga telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026-2031 (27/8).
Sedangkan posisi Deputi Gubernur Senior beralih kepada Aida S. Budiman. Dengan demikian diharapkan akan mengurangi ketidakpastian mengenai kebijakan moneter BI selanjutnya serta menjaga stabilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Baca juga: Ekonom Ungkap Strategi Danantara agar Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu Danantara Indonesia mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS kepada perusahaan manajemen aset asal Swiss, Partners Group, untuk investasi di sektor private credit.
Danantara menempatkan 600 juta dolar AS kepada Partners Group untuk investasi pada peluang direct lending.
Sedangkan dana sebesar 400 juta dolar AS lainnya dialokasikan sebagai discretionary tranche yang akan dikelola Partners Group serta digunakan untuk kebutuhan co-investment. (*)
Editor: Yulian Saputra


