Poin Penting
- CGS memperkirakan IHSG masih melemah hari ini dipicu sentimen global dan MSCI
- IHSG diprediksi di 5.880–6.325 dengan tekanan dari Wall Street dan komoditas
- MSCI menunda keputusan Indonesia hingga November, menambah tekanan pasar saham.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (24/6) masih akan melanjutkan pelemahannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.880-5.990 dan resistance 6.210-6.325,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 24 Juni 2026.
Analis CGS menilai, dengan melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, terkoreksinya harga komoditas masih akan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
Baca juga: Bos BTN Buka-bukaan Soal Peluang Buyback Saham
Sentimen negatif datang lagi dari lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang secara resmi telah mengumumkan hasil MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu dini hari (24/6/2026).
Dalam laporannya, MSCI memperpanjang status penilaian pasar modal Indonesia hingga November 2026 dan masih dibekukannya rebalancing saham Indonesia.
Baca juga: Purbaya Buka Suara soal Peluang Kemenkeu jadi Pemegang Saham BEI
Rekomendasi Saham
Sementara pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Ada juga PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). (*)
Editor: Galih Pratama


