Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,26 persen ke level 6.538,97 pada perdagangan Jumat (28/8).
- Sebanyak 288 saham menguat, sementara 98 saham terkoreksi dan 240 saham stagnan.
- Investor mencermati sentimen global dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh terkait arah kebijakan moneter.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,26 persen ke level 6.538,97 pada perdagangan Jumat (28/8), dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.521,75.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 680,97 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 54 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp286,43 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 98 saham terkoreksi, sebanyak 288 saham menguat dan sebanyak 240 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Ada Demo Besar, Begini Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan IHSG pada hari ini masih akan bergerak konsolidatif di rentang 6.200-6.440.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan cenderung bergerak konsolidatif dengan area support berada di level 6.200 dan resistance terdekat di level 6.440,” ucapnya dalam riset harian di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dari pasar domestik, IHSG pada perdagangan kemarin (27/8) ditutup menguat sebesar 1,80 persen. Dari sisi sektoral, pergerakan IHSG diwarnai oleh rotasi arus dana ke sektor energi dan properti.
Selain itu, penguatan indeks tetap terjaga solid di tengah aksi penyampaian aspirasi masyarakat di gedung DPR yang berlangsung kondusif setelah pimpinan DPR sigap mengaspirasi publik.
Baca juga: IHSG Diprediksi Sideways di Rentang 6.450-6.580
Adapun dari global, indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis, dipimpin oleh lonjakan pada indeks Nasdaq dan S&P 500.
Reli bursa AS didorong oleh optimisme di sektor teknologi menyusul rilis proyeksi pendapatan (forecast) yang solid dari raksasa produsen chip AI, Nvidia.
Di sisi lain, fokus pelaku pasar global saat ini beralih pada pidato penting Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dinanti-nantikan untuk mendapatkan sinyal serta panduan arah kebijakan moneter The Fed menjelang pertemuan September mendatang. (*)
Editor: Yulian Saputra


