Poin Penting
- Pimpinan DPR, OJK, dan Danantara mendatangi Gedung BEI di tengah tekanan terhadap IHSG dan rupiah.
- IHSG dibuka melemah 0,47 persen ke level 6.568,51 di tengah tekanan pasar dan sentimen suku bunga BI.
- Pasar menanti keputusan BI-Rate karena tekanan rupiah memicu spekulasi kenaikan suku bunga BI.
Jakarta – Sejumlah pejabat tinggi negara mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026), di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih mengalami tekanan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terlihat menyambangi gedung BEI di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Frederica Widyasari Dewi.
Turut hadir CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria.
Rombongan tiba di Gedung BEI sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menuju lantai 6 untuk bertemu dengan jajaran BEI.
Meski demikian, Dasco dan para pejabat lainnya belum memberikan pernyataan terkait tujuan spesifik kunjungan tersebut.
Baca juga: Rupiah Tertekan, OJK Tetap Optimistis Kinerja Perbankan Nasional Solid
Pada pembukaan perdagangan Selasa (19/5) pukul 09:02 WIB IHSG masih dibuka merah ke posisi 6.568,51 dari level 6.599,24 atau melemah 0,47 persen.
Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memproyeksikan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah secara teknikal.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.440-6.520 dan resistance 6.680-6.760,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Selasa.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Bergerak di Rentang 6.400-6.700, Dipengaruhi Pelemahan Rupiah
Kemudian dari dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar rupiah memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) berpeluang menaikkan BI-Rate pada pertemuan yang berlangsung Selasa dan Rabu pekan ini.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar saham sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter bank sentral. (*)


