Poin Penting
- IHSG dibuka menguat tipis 0,06 persen ke level 6.002,73 pada awal perdagangan dengan nilai transaksi mencapai Rp255,50 miliar
- CGS International memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung menguat, ditopang rebound harga komoditas dan penguatan rupiah
- CGS merekomendasikan saham JPFA, TINS, WIIM, HMSP, MDKA, dan BBCA sebagai pilihan investasi pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (26/6) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 0,06 persen dari level 5.999,03 ke posisi 6.002,73.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 310,31 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 39 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp255,50 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 168 saham terkoreksi, 237 saham menguat, dan 230 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: MSCI Ingatkan RI Bisa Turun ke Frontier Market, Begini Tanggapan Airlangga
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.770-5.885 dan resistance 6.115-6.230,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 26 Juni 2026.
Lebih lanjut, analis CGS menilai rebound-nya harga beberapa komoditas dan menguatnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Di sisi lain, melemahnya sebagian besar indeks di bursa Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Baca juga: Direktur REAL Borong 2 Juta Saham, Sinyal Bullish bagi Investor?
Rekomendasi Saham Hari Ini
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, diantaranya adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Ada juga saham PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (*)
Editor: Galih Pratama


